Pasokan Minyak Dunia Menyusut, Ancaman Krisis Energi Mulai Menghantui Pasar Global

Photo Author
- Minggu, 31 Mei 2026 | 14:55 WIB
Ilustrasi - Minyak Dunia (Foto : Kementerian ESDM)
Ilustrasi - Minyak Dunia (Foto : Kementerian ESDM)

INSIBERNEWS - Dunia kembali dihadapkan pada tekanan besar di sektor energi setelah pasokan minyak global dilaporkan menyusut hingga sekitar 1,5 juta barel per hari.

Gangguan ini dipicu memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia. Kondisi tersebut membuat pasar internasional mulai waspada terhadap potensi lonjakan harga minyak dalam beberapa waktu ke depan.

 Baca Juga: Harga Kakao Dunia Naik Tajam, Kemendag Sebut Penutupan Selat Hormuz Jadi Pemicu

Sejumlah analis energi menyebut hilangnya pasokan tersebut setara dengan hampir 9 persen distribusi minyak dari wilayah yang terdampak konflik.

Meski situasi belum memicu kepanikan besar di pasar global, ketidakpastian dinilai masih sangat tinggi. Banyak negara kini mulai mengandalkan cadangan minyak strategis untuk menjaga stabilitas pasokan agar aktivitas industri dan transportasi tetap berjalan normal.

Kenaikan harga minyak mentah dunia pun mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Harga Indonesian Crude Price (ICP) ikut terdorong naik seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya jalur distribusi penting, termasuk Selat Hormuz yang dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran energi tersibuk di dunia.

Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya diperkirakan bisa langsung terasa ke berbagai negara pengimpor minyak.

 Baca Juga: Kabut Putih Masuk Rumah Warga di Tuban, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Pengamat ekonomi energi menilai pasar saat ini sebenarnya masih cukup kuat menghadapi tekanan karena permintaan global belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, sejumlah negara produsen juga masih memiliki stok cadangan yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.

Namun jika konflik berlangsung lebih lama, kemampuan pasar menahan gejolak diprediksi akan semakin terbatas.

Di sisi lain, negara-negara konsumen besar mulai memperketat pengawasan terhadap stabilitas energi domestik mereka.

Pemerintah di berbagai kawasan dikabarkan telah menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari pelepasan cadangan minyak hingga pembahasan alternatif impor energi dari negara lain untuk mengurangi risiko krisis pasokan.

 Baca Juga: KPK Soroti Pungli dan Titipan Siswa di SPMB 2026, Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Korupsi

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X