Kesulitan serupa dialami Mohammed Shallah, pemuda 22 tahun dari Gaza selatan. Berdiri di samping makam ayahnya yang tewas dalam serangan udara di Khan Younis, ia mengenang tradisi Idul Adha yang dulu dijalankan keluarganya.
“Dulu kami memilih hewan kurban bersama ayah dan keluarga besar. Sekarang saya bahkan tidak mampu membeli satu ekor pun,” ujarnya.
Ternak Langka, Peternakan Hancur
Pedagang ternak Salah Afana membenarkan bahwa harga hewan meningkat berkali-kali lipat sejak perang meletus. Ironisnya, di tengah harga yang tinggi, permintaan justru merosot tajam karena kemiskinan yang semakin meluas.
Menurutnya, banyak ternak mati akibat serangan udara, minimnya pakan, dan runtuhnya layanan kesehatan hewan. Penutupan perlintasan juga membuat tidak ada pasokan ternak baru yang masuk ke Gaza.
Baca Juga: Terungkap! Ditendang hingga Disetrum, 9 WNI Relawan Gaza Cerita Alami Kekerasan Saat Ditahan Israel
Juru bicara Kementerian Pertanian Gaza, Raafat Asaliya, menjelaskan bahwa sebelum perang wilayah tersebut biasanya mengimpor antara 10.000 hingga 20.000 anak sapi serta 30.000 hingga 40.000 domba setiap tahun menjelang Idul Adha.
Namun perang dan penutupan akses membuat impor berhenti total. Banyak peternakan, kandang, hingga gudang pakan ikut hancur, terutama di kawasan Gaza timur yang selama ini menjadi pusat produksi ternak.
Maher al-Tabbaa menilai kerusakan tersebut berdampak besar terhadap keberlangsungan tradisi kurban di Gaza.
Baca Juga: Netanyahu Sentil Ben Gvir usai Video Penculikan Aktivis Gaza Viral, WNI dalam Flotilla Disorot
“Warga Gaza telah kehilangan akses terhadap hewan kurban selama tiga tahun berturut-turut. Tidak ada yang tahu sampai kapan Idul Adha tanpa kurban harus mereka jalani,” ujarnya. ***
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Melemah Meski Sempat Menguat, Negosiasi AS-Iran Jadi Sorotan Pasar
Sinyal Damai Menguat, AS dan Iran Disebut Segera Rampungkan Kesepakatan
Jatuh Saat Mendaki Rinjani, Pendaki Malaysia Dievakuasi Helikopter ke Bali
Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026, Satgas Pastikan Gizi Penerima Tetap Terjamin
Tanah Abang Tutup Saat Idul Adha 1447 H, Aktivitas Perdagangan Blok A Dihentikan Sementara
Keji! Anak Kandung di Pamulang Tangsel Diduga Bunuh Ibu Kandung karena Warisan Rumah