Meski demikian, seluruh barang akhirnya tetap diperbolehkan dibawa pulang setelah ia menunjukkan invoice dan memberikan penjelasan kepada petugas.
Menanggapi viralnya cerita tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Ia membenarkan adanya pemeriksaan terhadap penumpang tersebut karena membawa kartu Pokemon dalam jumlah cukup banyak.
Baca Juga: Hubungan AS-China Berdamai? Xi Jinping Ajak Trump Jadi Mitra
“Memang benar dilakukan pemeriksaan karena terdapat barang berupa kartu Pokemon dalam jumlah besar dalam barang bawaan penumpang,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurut Hengky, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah barang yang dibawa masuk kategori barang pribadi atau barang dagangan.
Ia mengakui situasi pemeriksaan bisa saja membuat penumpang merasa tertekan. Namun, pihaknya membantah adanya informasi bahwa penumpang menangis selama proses pemeriksaan berlangsung.
Baca Juga: Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Meninggal dan Puluhan Dievakuasi
Hengky juga menjelaskan bahwa harga kartu Pokemon di pasaran sangat beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga mencapai ratusan juta rupiah untuk jenis tertentu. Karena itu, barang tersebut menjadi perhatian petugas dalam pemeriksaan kepabeanan.
Meski sempat diperiksa intensif, JS pada akhirnya tidak dikenakan bea masuk maupun pajak impor setelah mampu menunjukkan invoice pembelian barang yang dibawanya. ***
Artikel Terkait
Tragis di Museum Ronggowarsito, Siswa SD Meninggal Setelah Tertimpa Patung Saat Wisata Sekolah
WNA Italia Dijambret di Bundaran HI, Polisi Buru Pelaku Bermotor Merah
Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Meninggal dan Puluhan Dievakuasi
Satu Pasien Meninggal Usai Kebakaran RSUD Dr Soetomo, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit
Gerindra Jatuhkan Teguran Keras ke Anggota DPRD Jember Usai Viral Merokok dan Main Game Saat Rapat Stunting