“Jika tidak ada jaminan keamanan dan pelaku tidak mendapat sanksi tegas, maka Indonesia perlu mempertimbangkan penarikan pasukan,” tegasnya.
Sebelumnya, Rico Pramudia meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret.
Kabar duka ini diumumkan oleh UNIFIL, yang menyebut korban terluka akibat ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr.
Baca Juga: Tragis! Cekcok Antrean Berujung Sopir Angkot Dibakar Hidup-Hidup di Tanah Abang
Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat empat prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Selain Praka Rico, korban lainnya adalah Farizal Rhomadhon yang tewas akibat serangan artileri, serta Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan diserang.
Peristiwa ini kembali memicu sorotan terhadap keamanan pasukan perdamaian dunia, sekaligus meningkatkan tekanan internasional agar PBB bertindak lebih tegas dalam menjaga kredibilitas dan perlindungan terhadap personelnya. ***
Artikel Terkait
Heboh Insiden Penembakan, Donald Trump Dievakuasi dari White House Correspondents’ Dinner
Gugurnya Prajurit TNI UNIFIL Praka Rico di Lebanon, Qatar Sampaikan Duka untuk Indonesia
Pelaku Insiden Penembakan di Acara Trump Akui Targetkan Pejabat Pemerintah AS
Permenko Pangan Segera Terbit, Pasokan Lokal Jadi Andalan Program MBG
Menjadi Presiden AS Dinilai Trump Sebagai Pekerjaan Berbahaya Usai Insiden Penembakan
Balita di Cianjur Meninggal, BGN Pastikan Bukan Karena Program MBG