Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hubungan antara India dan Amerika Serikat selama ini dibangun atas dasar saling menghormati serta kepentingan bersama.
Ketegangan ini bukan pertama kalinya terjadi di era kepemimpinan Trump. Presiden AS tersebut dikenal dengan kebijakan imigrasi yang ketat, termasuk pembatasan visa kerja yang banyak digunakan oleh profesional teknologi asal India.
Selain itu, hubungan perdagangan kedua negara juga sempat memanas akibat kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan AS terhadap India. Ketegangan ini semakin diperparah oleh perbedaan pandangan terkait konflik antara India dan Pakistan.
Baca Juga: Kasus Narkoba di Rutan Salemba, Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara
Trump sebelumnya juga dikabarkan kecewa terhadap Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang dianggap tidak memberi respons positif terhadap upaya mediasi AS dalam konflik kawasan.
Sikap keras Trump dinilai bertolak belakang dengan pendekatan presiden-presiden AS sebelumnya yang berupaya memperkuat hubungan dengan India.
Bagi Washington, India merupakan mitra penting di kawasan Asia, terutama dalam menjaga keseimbangan geopolitik menghadapi pengaruh China yang semakin kuat.
Baca Juga: Ricuh Eksekusi Lahan di Cibubur, Warga Protes Putusan Pengadilan hingga Dugaan Sertifikat Bermasalah
Pernyataan kontroversial ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas hubungan bilateral, terutama di tengah upaya diplomatik yang sedang dibangun kembali oleh kedua negara. ***
Artikel Terkait
Puluhan Siswa SD di Jeneponto Sulsel Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Menu Ikan Berbau Busuk
Polisi Resmi Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Santri
KPK Usul Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol Hanya 2 Periode, Dinilai Penting Cegah Praktik Korupsi
Teror Pinjol Kian Nekat! DC Buat Laporan Kebakaran Palsu, Damkar Semarang Dikerjai
AS Sebut Perompakan, Pasukan Bertopeng yang Diduga Militer Iran Geruduk 2 Kapal Kargo MSC di Selat Hormuz