“Kita tidak akan ikut dalam aksi militer terhadap Hamas. Peran kita murni sebagai penjaga perdamaian,” jelasnya.
Meski telah merencanakan pengiriman hingga 8.000 personel TNI untuk misi kemanusiaan dalam International Stabilization Force (ISF), pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanaan tersebut.
Penundaan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Baca Juga: Sambut Hari Raya Idul Fitri, Berikut Ucapan dari Donald Trump untuk Umat Muslim
Setelah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak, pemerintah menilai situasi belum memungkinkan untuk pengiriman pasukan.
“Saat ini semuanya masih dalam status ditangguhkan atau on hold sampai kondisi lebih kondusif,” ungkap Prabowo.
Menunggu Mandat PBB dan Situasi Aman
Walaupun persiapan internal TNI telah dilakukan, Indonesia tetap menunggu mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa serta kondisi keamanan yang stabil sebelum memberangkatkan pasukan.
Langkah ini menunjukkan kehati-hatian Indonesia dalam menjaga peran sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia tanpa terlibat langsung dalam konflik bersenjata. ***
Artikel Terkait
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Intip Profil Tokoh Bisnis Legendaris Indonesia
Akhirnya Ditetapkan! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Sambut Hari Raya Idul Fitri, Berikut Ucapan dari Donald Trump untuk Umat Muslim
Akhirnya Keenan Nasution Cabut Kasasi Lagu Nuansa Bening, Ini Alasan Akhiri Sengketa dengan Vidi Aldiano
Iran Berduka, Juru Bicara IRGC Tewas di Tengah Eskalasi Konflik dengan Israel