Dalam video tersebut, seorang kru bernama Syafaat mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf.
“Saya atas nama Syafaat, kru Madu Kismo, mohon maaf kepada pimpinan Madu Kismo dan petugas jalan tol karena telah membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Sopir bus yang bertugas saat kejadian juga turut menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui adanya kelalaian dari pihak kru dan berjanji kejadian serupa tidak akan terulang kembali.
Respons Admin Bus Jadi Sorotan
Meski pihak perusahaan sudah menyampaikan klarifikasi, perbincangan warganet kembali memanas setelah muncul tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan admin bus tersebut.
Baca Juga: Soroti Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Donald Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun TikTok @feri_irawan817, yang menampilkan percakapan WhatsApp dengan pihak bus.
Dalam pesan tersebut, pemilik akun sempat menyindir dengan menanyakan biaya untuk mengangkut sampah dari tol.
“Untuk hari ini, buat angkut sampah dari tol ke kalian habis berapa duit ya?” tulisnya.
Pesan itu kemudian dijawab oleh pihak yang mengaku admin bus dengan kalimat yang dianggap sebagian warganet bernada sarkastik.
Baca Juga: Dinilai Kurang Berimbang pada Iran, Indonesia Enggan Dukung Resolusi Dewan Keamanan PBB
“Oh kakaknya mau angkut? Terima kasih banyak atas kepeduliannya ya,” tulis balasan tersebut.
Balasan itu justru memicu kritik baru dari netizen karena dinilai kurang bijak dalam merespons situasi yang sedang menjadi sorotan publik.
Klarifikasi Lanjutan dari Pihak Bus
Menanggapi polemik tersebut, pihak bus kembali memberikan klarifikasi melalui unggahan terbaru. Mereka menyatakan bahwa orang yang membalas pesan sebelumnya bukanlah admin resmi.
Selain itu, perusahaan juga mengungkapkan bahwa sopir dan kru yang terlibat dalam kejadian tersebut telah diberikan sanksi tegas berupa skorsing kerja selama satu bulan.
Artikel Terkait
Pemerintah Percepat Pembangunan Fasilitas di Kawasan Transmigrasi, 454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Naik Tahap Penyidikan, Polisi Bentuk Posko Pengaduan
Pandji Pragiwaksono Soroti Menu Makan Bergizi Gratis, SPPG Mojosongo Beri Klarifikasi
Cerai dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Ajukan Permintaan Khusus Soal Anak
Curhatan Guru di Semarang soal Program Makan Bergizi Gratis: Tugas Bertambah, Pulang Sekolah Jadi Lebih Lama
Trump Ungkap Operasi Militer ke Iran Masih Berlanjut di Tengah Upaya Diplomasi