INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa ternyata menyisakan cerita lain di lapangan.
Seorang guru sekaligus konten kreator asal Semarang, David Stevano, mengungkapkan pengalamannya saat sekolah harus menghadapi keterlambatan distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, David menyampaikan bahwa guru sering kali harus menanggung beban tambahan ketika proses pembagian makanan berlangsung di sekolah.
Baca Juga: Sorotan Harga Menu Kering Program MBG di Cianjur, Warganet Pertanyakan Selisih Harga Roti
Dalam unggahan yang dibagikan pada Minggu, 15 Maret 2026, ia menuliskan bahwa banyak orang mengira guru tidak mengalami kerepotan saat program tersebut berjalan.
“Dikira guru nggak kerepotan? Sudah nggak dapat upah dari SPPG, beban kerjanya malah bertambah,” tulisnya dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut.
Guru Jadi “Relawan” Saat Distribusi MBG
Dalam videonya, David menjelaskan bahwa guru di sekolah sering kali berperan layaknya relawan ketika program MBG dilaksanakan. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga harus membantu proses penerimaan hingga pembagian makanan kepada para siswa.
Menurutnya, situasi seperti ini pernah terjadi di sekolah tempatnya mengajar, terutama saat pengantaran makanan mengalami keterlambatan.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Soroti Menu Makan Bergizi Gratis, SPPG Mojosongo Beri Klarifikasi
Guru harus menerima paket makanan, membagikannya kepada siswa, hingga mengumpulkan kembali wadah atau kantong makanan setelah selesai digunakan. Semua pekerjaan tambahan itu dilakukan tanpa bayaran dari pihak penyelenggara distribusi.
Tidak hanya itu, ketika makanan datang terlambat, guru juga harus menahan siswa agar tidak langsung pulang sebelum pembagian selesai.
Guru Harus Menunggu hingga Semua Selesai
Tugas guru ternyata tidak berhenti setelah makanan dibagikan. David mengatakan, guru masih harus mengurus berbagai hal setelah siswa selesai makan.
Biasanya setelah jam pelajaran berakhir, guru sudah bisa pulang. Namun dengan adanya program MBG, mereka harus menunggu lebih lama untuk menghitung wadah makanan, mengumpulkan kantong, hingga membersihkan area makan siswa.
Baca Juga: Kapolri Ungkap Diperintah Langsung Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Aktivis HAM Andrie Yunus
Artikel Terkait
Pemerintah Percepat Pembangunan Fasilitas di Kawasan Transmigrasi, 454 Toilet dan 478 Sekolah Diperbaiki
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Naik Tahap Penyidikan, Polisi Bentuk Posko Pengaduan
Soroti Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Donald Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang
Pandji Pragiwaksono Soroti Menu Makan Bergizi Gratis, SPPG Mojosongo Beri Klarifikasi
Cerai dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Ajukan Permintaan Khusus Soal Anak