INSIBERNEWS– PT ANTAM (Persero) Tbk atau ANTAM menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) yang merupakan anggota holding Merdeka Group.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik.
Masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi sebesar 6 metric ton emas per tahun. Dalam skema ini, ANTAM bertindak sebagai pembeli, sementara BSI dan PETS sebagai penjual.
LBaca Juga: Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran
Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menegaskan bahwa yang didahulukan dalam kerja sama ini adalah kepentingan kedaulatan emas nasional.
Bagi ANTAM, emas bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kedaulatan bangsa. Peran ANTAM adalah connecting mines to market, menghubungkan hasil galian tambang bumi Indonesia hingga menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.
"Dengan perjanjian ini, kami memperkuat visi emas ANTAM sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia, lalu dipersembahkan kembali kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi,” ujar Handi.
Baca Juga: Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran
Sebelumnya, ANTAM dan BSI telah memiliki Perjanjian Jasa Pemurnian, di mana dore dari tambang dimurnikan di fasilitas pemurnian ANTAM. Hasil pemurnian berupa emas dan perak kemudian diproses menjadi emas butiran (granula) dengan kadar 99,99 persen. Melalui GSPA ini, transaksi emas granula hasil pemurnian domestik dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Handi menambahkan, kepastian suplai dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan brand emas ANTAM.
“Stabilitas pasokan dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab memperkuat posisi emas ANTAM sebagai produk bersertifikasi LBMA yang memenuhi standar internasional, termasuk aspek tata kelola dan keberlanjutan. Kami ingin emas ANTAM menjadi emas yang berakhlak, aman, dan nyaman dimiliki masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus kami perkuat,” katanya.
Baca Juga: Penumpang Panik, Sopir Bajaj Ngamuk Gegara Tak Terima Disenggol Bus TransJakarta
Handi juga menegaskan bahwa sebagai brand emas nasional, ANTAM tidak luput dari perhatian publik, termasuk di media sosial. Namun perusahaan memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari kecintaan masyarakat terhadap brand emas nasional.
“Kami menyadari bahwa sebagai market leader, ANTAM sering menjadi sorotan. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar tata kelola dan regulasi yang berlaku. Berbagai masukan dan perhatian publik kami anggap sebagai energi positif untuk terus melakukan continuous improvement, selaras dengan semangat melayani sepenuh hati,” ujar Handi.
Artikel Terkait
Penumpang Panik, Sopir Bajaj Ngamuk Gegara Tak Terima Disenggol Bus TransJakarta
Indonesia Siap Jadi Penengah, Prabowo Ungkap Siap Terbang ke Teheran Tawarkan Mediasi Konflik AS–Israel dan Iran
TV Nasional Iran IRIB Diretas? Tiba-Tiba Tayangkan Pidato Trump dan Netanyahu di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat
Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran
Mahfud MD Soroti Board of Peace Trump di Tengah Konflik AS–Iran, Ingatkan Indonesia Kembali ke Politik Bebas Aktif