Menurut dia, hilirisasi emas tidak berhenti pada kapasitas pemurnian, tetapi mencakup pembangunan sistem rantai pasok yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan sehingga nilai tambah tetap berada di dalam negeri.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold, Tbk, Albert Saputro menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri, sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok hulu-hilir nasional.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tujuh Bukit dan Pani Gold Mine, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik.” Ungkap Albert.
Melalui GSPA ini, ANTAM bersama BSI dan PETS menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pasokan, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pemurnian dalam negeri, serta memperkuat kedaulatan dan integritas industri emas nasional melalui rantai pasok yang kokoh, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi Indonesia.
Artikel Terkait
Penumpang Panik, Sopir Bajaj Ngamuk Gegara Tak Terima Disenggol Bus TransJakarta
Indonesia Siap Jadi Penengah, Prabowo Ungkap Siap Terbang ke Teheran Tawarkan Mediasi Konflik AS–Israel dan Iran
TV Nasional Iran IRIB Diretas? Tiba-Tiba Tayangkan Pidato Trump dan Netanyahu di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Pimpin Prosesi Pemakaman Almarhum Try Sutrisno dengan Khidmat
Pesan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Tewas dalam Serangan AS-Israel di Teheran
Mahfud MD Soroti Board of Peace Trump di Tengah Konflik AS–Iran, Ingatkan Indonesia Kembali ke Politik Bebas Aktif