Kesadaran Mantan Penambang Tanpa Izin Bersama-sama Membangun Pongkor

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Minggu, 1 Maret 2026 | 22:33 WIB
Mantan Penambang Tanpa Izin Bersama-sama Membangun Pongkor (Istimewa)
Mantan Penambang Tanpa Izin Bersama-sama Membangun Pongkor (Istimewa)

INSIBERNEWS – Selain menimbulkanmkeresahan lingkungan dan sosial, tak jarang Penambang Tanpa Izin (PETI) juga membahayakan nyawa.

isu PETI telah bergulir sejak lama di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor. Namun, seiring waktu, kesadaran baru tumbuh.

Tidak sedikit mantan PETI yang mulai menyadari banyaknya sisiko yang muncul dari pekerjaan yang dilakukan. Di berbagai sudut desa sekitar Pongkor, muncul kegelisahan yang sama, keinginan untuk menemukan penghidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ketegangan Iran vs Israel Ganggu Jadwal Penerbangan, WNI Tertahan di Madinah

S alah satu cermin perubahan tersebut adalah Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, kawasan yang berada dalam bentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini pernah menghadapi tekanan sosial ekonomi yang kuat.

Sebagian warga kala itu menggantungkan hidup pada aktivitas yang beririsan dengan pembalakan liar dan penambangan ilegal. Hutan menjadi ruang yang rentan, sementara masyarakat berada dalam situasi yang serba terbatas.

Di tengah situasi itulah Hendrik mulai bergerak dengan niat untuk kembali membangun desa agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

Baca Juga: Heboh! Temuan Kepala di Pantai Ketewel Bali, Polisi Duga Kasus Mutilasi Korban Penculikan WN Ukraina

“Di Pongkor dulu isu penambang liar itu seperti hal yang biasa terdengar. Banyak orang melihatnya sebagai pilihan hidup, tapi semakin dijalani, saya merasa itu bukan sesuatu yang baik untuk jangka panjang. Risiko besar, hasil tidak pasti, hidup juga penuh rasa khawatir,” ujar Hendrik.

Kesadaran itu menjadi titik balik. Bersama masyarakat, Hendrik terlibat dalam penguatan Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku, sebuah ruang kolektif yang perlahan menggeser orientasi dari eksploitasi menuju pelestarian.

Perubahan tersebut kemudian menemukan momentumnya melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Antam (Persero) Tbk UBPE Pongkor.

Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Penengah, Prabowo Ungkap Siap Terbang ke Teheran Tawarkan Mediasi Konflik AS–Israel dan Iran

Melalui Program Pepeling Cisangku, masyarakat diperkenalkan pada alternatif mata pencaharian yang bertumpu pada konservasi dan pemulihan lingkungan. Persemaian bibit tanaman endemik, pengembangan pupuk bokashi, hingga inovasi pupuk hayati mikoriza menjadi bagian dari ekosistem baru yang dibangun bersama.

Lahan yang dahulu menyimpan jejak aktivitas PETI kini menampilkan pemandangan berbeda. Bibit-bibit tanaman tumbuh teratur dalam polybag. Aktivitas yang berjalan bukan lagi menggali, melainkan menanam. Bagi masyarakat, perubahan itu menghadirkan stabilitas baru sekaligus rasa aman yang sebelumnya jarang dirasakan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X