INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah dan sistem Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara hingga 1 Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada hasil pemantauan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Lembaga tersebut memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan mengguyur Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Sempat Difitnah Soal Es Gabus, Perjuangan 30 Tahun Sudrajat Berbuah Umrah dari Aisar Khaled
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena potensi hujan lebat masih tinggi, maka PJJ dan WFH kami perpanjang sampai 1 Februari,” ujar Pramono dalam keterangannya.
Selain mempertimbangkan aspek keselamatan, kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
Dengan berkurangnya aktivitas perjalanan harian, Pemprov berharap risiko kemacetan, genangan, hingga banjir dapat ditekan selama periode cuaca ekstrem berlangsung.
Baca Juga: Perluas Dukungan bagi Ekonomi Desa, BRI Jangkau 5.245 Desa BRILiaN
Pemprov DKI juga menggandeng BMKG dan instansi terkait untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi guna menurunkan intensitas curah hujan, khususnya di wilayah-wilayah rawan banjir di Jakarta.
“Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu ikhtiar kami agar curah hujan bisa dikendalikan dan dampaknya tidak meluas,” kata Pramono.
BMKG sebelumnya menyebutkan bahwa dinamika atmosfer masih mendukung terbentuknya awan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya sistem cuaca regional yang berdampak langsung pada wilayah Jabodetabek.
Baca Juga: Pembunuhan dan Penipuan Online, China Eksekusi 11 Anggota Sindikat Myanmar
Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara daring dengan menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran. Sekolah diminta menjaga komunikasi aktif dengan orang tua agar proses belajar siswa tetap efektif meski dilakukan dari rumah.
Di sisi lain, kebijakan WFH diberlakukan fleksibel bagi ASN dengan tetap menjaga layanan publik esensial. Unit kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat diminta mengatur sistem kerja bergiliran agar pelayanan tetap optimal.
Artikel Terkait
Trump Ancam Iran dengan Opsi Militer, Teheran Tegas Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan
DJ Bravy Murka Dituding Terlibat Isu Whip Pink dan Meninggalnya Lula Lahfah, Siap Laporkan Penyebar Hoaks
Ahmad Dhani Sebut Cerita Maia Tak Benar, Singgung Isu Kontrakan Masa Lalu yang Seret Nama Almarhumah Emilia Contessa
Comeback di Grammy 2026, Justin Bieber Bakal Bawa Album Swag ke Panggung
Hujan Lebat Picu Banjir Lagi, Pramono Anung Minta Maaf ke Warga Jakarta
Cuaca Ekstrem Masih Terjadi, Ini Prediksi BMKG Soal Kapan Iklim Indonesia Kembali Normal
Lisa BLACKPINK Mampir ke Tangerang! Sejumlah Jalan Dialihkan Sementara untuk Syuting Film Netflix Extraction: Tygo
Pembunuhan dan Penipuan Online, China Eksekusi 11 Anggota Sindikat Myanmar
Perluas Dukungan bagi Ekonomi Desa, BRI Jangkau 5.245 Desa BRILiaN
Sempat Difitnah Soal Es Gabus, Perjuangan 30 Tahun Sudrajat Berbuah Umrah dari Aisar Khaled