Cuaca Ekstrem Masih Terjadi, Ini Prediksi BMKG Soal Kapan Iklim Indonesia Kembali Normal

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 29 Januari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi hujan  (Istimewa)
Ilustrasi hujan (Istimewa)

INSIBERNEWS - Curah hujan tinggi hingga ekstrem masih melanda berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi ini tak jarang memicu bencana alam seperti banjir, longsor, hingga gangguan aktivitas masyarakat. Kapan kira-kira cuaca Indonesia diperkirakan kembali normal?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi iklim nasional diprediksi mulai stabil pada April mendatang. Saat ini, Indonesia masih berada dalam pengaruh fenomena La Nina lemah, namun BMKG memastikan fenomena tersebut tidak akan berkembang menjadi La Nina kuat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan La Nina dilakukan melalui indeks Nino 3.4 di wilayah Samudra Pasifik. Berdasarkan hasil prakiraan iklim, intensitas La Nina diperkirakan akan terus melemah hingga Maret.

Baca Juga: Hujan Lebat Picu Banjir Lagi, Pramono Anung Minta Maaf ke Warga Jakarta

“Fenomena La Nina lemah ini diprediksi berangsur melemah sampai bulan Maret. Setelah itu, pengaruhnya terhadap cuaca Indonesia akan semakin berkurang,” jelasnya usai rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta.

April hingga Akhir Tahun Diprediksi Normal
BMKG memperkirakan mulai April hingga akhir tahun 2026, kondisi iklim Indonesia akan berada dalam fase netral, tanpa pengaruh El Nino maupun La Nina. Artinya, pola cuaca akan kembali mendekati kondisi normal.

“Mulai April, tidak ada El Nino dan tidak ada La Nina. Kondisi iklim cenderung normal hingga akhir tahun,” ujar Faisal.

Baca Juga: OJK Siap Ambil Langkah Strategis Usai Saham RI Dibekukan MSCI

Musim Hujan di Jawa Berakhir Maret
Untuk wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, BMKG memprediksi musim hujan akan berakhir pada rentang akhir Februari hingga Maret. Selanjutnya, musim kemarau diperkirakan mulai berlangsung pada April.

“Periode April hingga sekitar September akan didominasi musim kemarau. Musim hujan berikutnya diperkirakan kembali datang pada Oktober,” tambahnya.

Karakter Iklim Sumatra Berbeda
Sementara itu, wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, hingga Sumatra Barat memiliki pola iklim yang berbeda dibandingkan Jawa. Daerah-daerah tersebut umumnya mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam setahun.

Baca Juga: Comeback di Grammy 2026, Justin Bieber Bakal Bawa Album Swag ke Panggung

Saat ini, wilayah Sumatra bagian utara telah memasuki awal musim kemarau pertama, meski kondisinya belum terlalu kering. Namun demikian, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Meski tidak terlalu kering, potensi karhutla tetap perlu diwaspadai. Musim hujan di Sumatra Utara diperkirakan akan kembali terjadi sekitar bulan Mei,” pungkas Faisal.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X