INSIBERNEWS - Pembahasan mengenai masa depan Jalur Gaza kembali menghangat pada awal 2026, seiring munculnya inisiatif baru dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, AS memperkenalkan sebuah skema global bertajuk Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Inisiatif tersebut diklaim bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina, sekaligus mengawal proses rekonstruksi Gaza pascaperang.
Pemerintahan Trump memosisikan Dewan Perdamaian sebagai wadah internasional yang akan mengatur stabilitas keamanan, pembangunan fisik, hingga pemulihan ekonomi wilayah tersebut.
Baca Juga: Emas Makin Menggila, Harga Dunia Hampir Sentuh USD5.000 di Tengah Gejolak Global
Dalam peluncuran itu, Jared Kushner—mantan penasihat presiden AS sekaligus menantu Trump—memaparkan master plan ambisius bertajuk “New Gaza”. Rencana ini digambarkan sebagai transformasi menyeluruh yang akan mengubah wajah Gaza dari wilayah konflik menjadi pusat ekonomi baru di Timur Tengah.
Gambaran yang disampaikan Kushner mencakup pembangunan kawasan hunian modern, zona industri, pusat hiburan, hingga pengembangan wilayah pesisir.
Konsep ini mengingatkan publik pada istilah “Gaza Riviera” yang sebelumnya pernah dilontarkan Trump, yakni menjadikan Gaza sebagai kawasan pesisir bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga: Listrik Gratis Dinilai Tepat Sasaran, DPR Soroti Kinerja Positif ESDM Sepanjang 2025
Secara rinci, master plan New Gaza mencakup pembangunan sekitar 180 menara di kawasan pantai, pengembangan zona industri dan hiburan, serta proyek perumahan massal di Rafah yang ditargetkan menampung lebih dari 100.000 unit rumah. Fasilitas pendukung seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat layanan publik juga masuk dalam desain besar tersebut.
Tak hanya itu, rencana ini juga mencakup pembangunan infrastruktur utama, mulai dari pelabuhan laut, bandara, jaringan rel, hingga jalan raya yang terintegrasi.
Pemerintah AS menyebut infrastruktur ini sebagai fondasi penting untuk menghubungkan Gaza dengan jalur perdagangan regional dan global.
Baca Juga: Tragedi ATR 42-500, TASPEN Pastikan Hak ASN Korban Dipenuhi untuk Keluarga
Dari sisi ekonomi, program New Gaza menargetkan terciptanya ratusan ribu lapangan kerja baru melalui masuknya investasi swasta. Total nilai investasi yang dibidik diperkirakan melampaui USD25 miliar, dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan produk domestik bruto (GDP), serta menaikkan pendapatan warga Gaza dalam kurun waktu 10 tahun.
Kushner menekankan bahwa pendekatan ekonomi pasar bebas menjadi kunci utama rencana ini. Ketergantungan Gaza pada bantuan internasional disebut akan dikurangi secara bertahap, digantikan oleh investasi swasta dan penciptaan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
BRILink Agen Ini Raih Predikat Jawara Nasional dengan Hadirkan Perbankan di Pegunungan Alor NTT
Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Sempat Ceritakan Riwayat Penyakitnya Sering Nahan Buang Air dan Jarang Minum Air Putih
Skandal Gagal Bayar DSI Rp2,4 Triliun, Kantor SCBD Digeledah Polisi
Gabung Dewan Gaza Bentukan Trump, Indonesia Diingatkan Jangan Terseret Agenda Terselubung
Anak Ke-4 Rizal Armada Meninggal Dunia di Dalam Kandungan, RIzal ungkap Rasa Ikhlas
Dikritik Soal Banjir, Pramono Tegaskan Jakarta Tak Lagi Pakai Pola Lama
Skandal Jual-Beli Jabatan Desa di Pati, KPK Bongkar Peran 'Tim 8' dan Tarif Pemerasan
Tragedi ATR 42-500, TASPEN Pastikan Hak ASN Korban Dipenuhi untuk Keluarga
Listrik Gratis Dinilai Tepat Sasaran, DPR Soroti Kinerja Positif ESDM Sepanjang 2025
Emas Makin Menggila, Harga Dunia Hampir Sentuh USD5.000 di Tengah Gejolak Global