Isu iuran keanggotaan pun menjadi perhatian serius. Trump disebut meminta negara anggota permanen menyetor dana hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun. Menurut Dino, tuntutan tersebut tidak masuk akal dan tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.
Baca Juga: Sentimen Geopolitik Melunak, Harga Minyak Dunia Tertekan ke Level Terendah Pekanan
“Indonesia tidak perlu dan tidak seharusnya membayar iuran sebesar itu. Dukungan kita pada Palestina harus diwujudkan lewat diplomasi bermartabat, bukan cek kosong,” pungkas Dino.***
Artikel Terkait
Sentimen Geopolitik Melunak, Harga Minyak Dunia Tertekan ke Level Terendah Pekanan
Menkeu Siapkan Mutasi Besar-besaran di Ditjen Pajak, Sinyal Bersih-bersih Birokrasi
Waspada Leptospirosis di Musim Hujan! Ancaman Penyakit dari Genangan Air Banjir
Putin Belum Putuskan Undangan Trump, Keanggotaan Dewan Perdamaian Masih Dikaji
Gaji Tak Sampai UMR, Kesejahteraan Guru Honorer Jadi Sorotan, Ini Kata Ferry Irwandi
Ditemukan di Apartemen Jaksel, Selebgram Lula Lahfah Dilaporkan Meninggal Dunia
Diduga Meninggal Akibat Henti Jantung, Lula Lahfah Ditemukan Tak Bernyawa di Apartemen Jaksel
BRILink Agen Ini Raih Predikat Jawara Nasional dengan Hadirkan Perbankan di Pegunungan Alor NTT
Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Sempat Ceritakan Riwayat Penyakitnya Sering Nahan Buang Air dan Jarang Minum Air Putih
Skandal Gagal Bayar DSI Rp2,4 Triliun, Kantor SCBD Digeledah Polisi