INSIBERNEWS - Tim SAR gabungan akhirnya menuntaskan proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban terakhir atau korban ke-10 berhasil ditemukan pada Jumat pagi, menandai berakhirnya operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur.
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyampaikan bahwa penemuan korban berlangsung dalam dua tahap pada pagi hari. Tim di lapangan bekerja dengan sangat hati-hati mengingat medan pegunungan yang terjal dan kondisi cuaca yang cukup menantang.
Baca Juga: Pidato Prabowo di WEF 2026, Optimisme Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Kejutkan Dunia
“Pada pukul 08.33 WITA, dilaporkan dari tim tombak bersama tim gabungan menemukan paket 9,”ujar Dody saat memberikan keterangan di Posko SAR Tompo Bulu, Jumat (23/1).
Ia menambahkan, selang kurang dari satu jam kemudian, korban terakhir berhasil ditemukan oleh tim lain yang menyisir area sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
“Namun, pada pukul 09.16 WITA, paket 10 telah ditemukan oleh tim elang bersama tim SAR gabungan,”ungkapnya.
Baca Juga: Insanul Fahmi Buka Suara dan Minta Maaf, Harapan Damai dengan Wardatina Mawa Masih Terbuka?
Dengan ditemukannya seluruh korban, baik awak maupun penumpang pesawat ATR 42-500, maka proses pencarian resmi dinyatakan selesai. Seluruh korban kemudian dievakuasi secara bertahap menuju posko untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dody menjelaskan, korban terakhir ditemukan tidak jauh dari lokasi enam korban yang lebih dulu ditemukan sehari sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran korban masih berada di sekitar titik utama kecelakaan, meski kondisi medan menyebabkan proses evakuasi memerlukan waktu dan tenaga ekstra.
Operasi SAR ini melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat. Sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan pencarian di kawasan pegunungan yang dikenal memiliki jalur ekstrem dan vegetasi lebat.
Baca Juga: Fantagio Terseret, Cha Eun Woo Diterpa Dugaan Penggelapan Pajak Fantastis Rp230 Miliar
Selain tantangan geografis, tim SAR juga harus berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dengan cepat dan layak. Peralatan khusus, termasuk perlengkapan mountaineering dan komunikasi lapangan, digunakan untuk menjangkau titik-titik sulit.
Berakhirnya operasi pencarian ini membawa kelegaan sekaligus duka mendalam. Pihak keluarga korban kini menanti proses lanjutan, sementara aparat terkait akan melanjutkan tahapan investigasi guna mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut.***
Artikel Terkait
WEF 2026 Jadi Panggung Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi: 'Pemerintahan Tak Bisa Dibeli!'
Konten Komedi Pandji Lagi-lagi Dilaporkan, Majelis Pesantren Salafiah Banten Tempuh Jalur Hukum
Fantagio Terseret, Cha Eun Woo Diterpa Dugaan Penggelapan Pajak Fantastis Rp230 Miliar
TikTok Bertahan di AS, ByteDance Pangkas Saham dan Serahkan Kendali ke Investor
Imbas Cuaca Ekstrem, Sekolah di Jakarta Jalani PJJ Selama Sepekan
Trump Akui Armada Perang AS Bergerak ke Arah Iran, Dunia Internasional Waspada
Manchester United Siap Angkat Kisah Legendaris ke Layar, Serial Drama Sejarah Segera Diproduksi
Insanul Fahmi Buka Suara dan Minta Maaf, Harapan Damai dengan Wardatina Mawa Masih Terbuka?
Menaker Dorong Upah Minimum Lebih Realistis, Arahkan Mendekati Kebutuhan Hidup Layak
Pidato Prabowo di WEF 2026, Optimisme Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Kejutkan Dunia