INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta mencengangkan dalam perkara dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kasus ini menyeret Bupati Pati periode 2025–2030, Sudewo (SDW), sebagai salah satu pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, penyidik membeberkan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp2,6 miliar.
Jumlah fantastis itu tidak disimpan di brankas atau rekening, melainkan dikemas secara sederhana dalam karung plastik menyerupai karung beras.
Baca Juga: Prabowo Tancap Gas Atasi Krisis Dokter, Siapkan 10 Kampus Kedokteran dan STEM Berstandar Inggris
Kondisi uang tersebut pun jauh dari kata rapi. Pecahan uang bercampur tanpa susunan, sebagian besar diikat menggunakan karet gelang. Cara penyimpanan ini menggambarkan praktik pengumpulan uang yang dilakukan secara cepat dan tanpa prosedur keuangan resmi.
Deputi Penindakan KPK menyebut, uang itu berasal dari praktik pemerasan terhadap calon perangkat desa yang ingin mendapatkan jabatan. Tarif yang dipatok tidak main-main, berkisar antara Rp165 juta hingga Rp225 juta per orang, tergantung posisi yang diincar.
“Ini sangat memprihatinkan. Jabatan di level desa justru dijadikan ladang pungutan, padahal desa adalah ujung tombak pelayanan publik,” ujar Deputi Penindakan KPK dalam keterangannya.
Baca Juga: BRI Dinobatkan The Banker Sebagai Bank of The Year 2025, Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global
Menurut KPK, praktik ini tidak berlangsung secara sporadis, melainkan diduga telah terstruktur dan melibatkan banyak pihak. Hingga saat ini, empat orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya aliran dana lain yang belum terungkap. Fokus pengembangan perkara diarahkan ke sekitar 20 kecamatan di Kabupaten Pati yang diduga turut terdampak praktik serupa.
“Kami tidak menutup kemungkinan jumlah uang dan pihak yang terlibat akan bertambah. Proses pendalaman masih terus berjalan,” kata pejabat KPK tersebut.
Baca Juga: Suami Wamen Stella Christie Alami Kecelakaan di AS, Istana Minta KBRI Beri Pendampingan Penuh
Kasus ini kembali menegaskan komitmen KPK untuk membersihkan praktik korupsi hingga ke level pemerintahan paling bawah. Lembaga antirasuah itu menegaskan tidak akan mentolerir penyalahgunaan kekuasaan yang mencederai kepercayaan masyarakat.***
Artikel Terkait
Jule Sempat Bikin Medsos Geger Dengan Penampilan Baru dan Pengakuan KDRT, Ia Buka Suara Memilih Menjadi Diri Sendiri
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Nakal, Negara Tegaskan Tak Ada Toleransi Rusak Hutan
Emas Pecah Rekor USD4.800, Saham Tambang Bergerak Tak Seirama di Bursa
Wali Kota Maidi Bantah Keras Tuduhan KPK, Klaim Tak Tahu Asal Uang Rp550 Juta
Teridentifikasi! Korban Kedua Pesawat ATR 42-500, Pramugari Florencia Lolita
Konflik Guru dan Siswa di SMKN Tanjabtim, Akademisi Nilai Ada Krisis Adab di Sekolah
Suami Wamen Stella Christie Alami Kecelakaan di AS, Istana Minta KBRI Beri Pendampingan Penuh
Vierdha Perempuan Yang Merekam Ricky Harun Karaoke, Ungkap Awal Mula Pertemuannya Dengan Suami Herfiza
BRI Dinobatkan The Banker Sebagai Bank of The Year 2025, Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global
Prabowo Tancap Gas Atasi Krisis Dokter, Siapkan 10 Kampus Kedokteran dan STEM Berstandar Inggris