Prabowo Tancap Gas Atasi Krisis Dokter, Siapkan 10 Kampus Kedokteran dan STEM Berstandar Inggris

Photo Author
- Rabu, 21 Januari 2026 | 18:47 WIB
Ilustrasi Dokter (Foto : Dok. Univ Airlangga)
Ilustrasi Dokter (Foto : Dok. Univ Airlangga)

INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen serius pemerintah dalam mengatasi kekurangan tenaga medis nasional.

Salah satu langkah besar yang disiapkan adalah pembangunan 10 universitas baru yang akan difokuskan pada bidang Kedokteran, Sains, dan Teknologi (STEM), sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter di Tanah Air.

Baca Juga: BRI Dinobatkan The Banker Sebagai Bank of The Year 2025, Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo usai menghadiri UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa (20/1/2026) waktu setempat.

Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan bahwa persoalan tenaga kesehatan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa, melainkan membutuhkan strategi jangka panjang dan terukur.

Saat ini, Indonesia hanya mampu meluluskan sekitar 9.000 dokter setiap tahun. Jumlah itu dinilai jauh dari cukup untuk mengejar kebutuhan ideal nasional, terutama jika memperhitungkan pertumbuhan penduduk serta angka dokter yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya.

Baca Juga: Teridentifikasi! Korban Kedua Pesawat ATR 42-500, Pramugari Florencia Lolita

“Entah berapa tahun lagi kita bisa benar-benar memenuhi kebutuhan. Saat jumlah dokter mencapai 140 ribu, di saat yang sama banyak yang sudah pensiun. Jadi ini bukan persoalan sederhana, ini harus dijawab dengan perencanaan strategis,” ujar Presiden Prabowo.

Pembangunan universitas baru ini diharapkan menjadi solusi struktural, bukan sekadar tambal sulam kebijakan.

Pemerintah menargetkan institusi pendidikan tersebut mampu menghasilkan tenaga medis dan ilmuwan berkualitas tinggi dengan proses pendidikan yang lebih efisien tanpa mengorbankan mutu.

Baca Juga: Konflik Guru dan Siswa di SMKN Tanjabtim, Akademisi Nilai Ada Krisis Adab di Sekolah

Dalam hal standar pendidikan, Prabowo menegaskan tidak ingin setengah-setengah. Ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengadopsi standar pendidikan tinggi Inggris yang dikenal ketat, unggul dalam riset, dan berorientasi global.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris. Kita ingin bergerak cepat, mengejar ketertinggalan, tapi dengan kualitas setinggi-tingginya,” tegas Prabowo.

Kerja sama pendidikan Indonesia–Inggris pun dinilai akan menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan rencana ini, mulai dari kurikulum, pelatihan dosen, hingga sistem akreditasi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X