INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen serius pemerintah dalam mengatasi kekurangan tenaga medis nasional.
Salah satu langkah besar yang disiapkan adalah pembangunan 10 universitas baru yang akan difokuskan pada bidang Kedokteran, Sains, dan Teknologi (STEM), sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter di Tanah Air.
Baca Juga: BRI Dinobatkan The Banker Sebagai Bank of The Year 2025, Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo usai menghadiri UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa (20/1/2026) waktu setempat.
Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan bahwa persoalan tenaga kesehatan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa, melainkan membutuhkan strategi jangka panjang dan terukur.
Saat ini, Indonesia hanya mampu meluluskan sekitar 9.000 dokter setiap tahun. Jumlah itu dinilai jauh dari cukup untuk mengejar kebutuhan ideal nasional, terutama jika memperhitungkan pertumbuhan penduduk serta angka dokter yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya.
Baca Juga: Teridentifikasi! Korban Kedua Pesawat ATR 42-500, Pramugari Florencia Lolita
“Entah berapa tahun lagi kita bisa benar-benar memenuhi kebutuhan. Saat jumlah dokter mencapai 140 ribu, di saat yang sama banyak yang sudah pensiun. Jadi ini bukan persoalan sederhana, ini harus dijawab dengan perencanaan strategis,” ujar Presiden Prabowo.
Pembangunan universitas baru ini diharapkan menjadi solusi struktural, bukan sekadar tambal sulam kebijakan.
Pemerintah menargetkan institusi pendidikan tersebut mampu menghasilkan tenaga medis dan ilmuwan berkualitas tinggi dengan proses pendidikan yang lebih efisien tanpa mengorbankan mutu.
Baca Juga: Konflik Guru dan Siswa di SMKN Tanjabtim, Akademisi Nilai Ada Krisis Adab di Sekolah
Dalam hal standar pendidikan, Prabowo menegaskan tidak ingin setengah-setengah. Ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengadopsi standar pendidikan tinggi Inggris yang dikenal ketat, unggul dalam riset, dan berorientasi global.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris. Kita ingin bergerak cepat, mengejar ketertinggalan, tapi dengan kualitas setinggi-tingginya,” tegas Prabowo.
Kerja sama pendidikan Indonesia–Inggris pun dinilai akan menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan rencana ini, mulai dari kurikulum, pelatihan dosen, hingga sistem akreditasi.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Soal Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris yang Strategis dan Menguntungkan
Jule Sempat Bikin Medsos Geger Dengan Penampilan Baru dan Pengakuan KDRT, Ia Buka Suara Memilih Menjadi Diri Sendiri
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Nakal, Negara Tegaskan Tak Ada Toleransi Rusak Hutan
Emas Pecah Rekor USD4.800, Saham Tambang Bergerak Tak Seirama di Bursa
Wali Kota Maidi Bantah Keras Tuduhan KPK, Klaim Tak Tahu Asal Uang Rp550 Juta
Teridentifikasi! Korban Kedua Pesawat ATR 42-500, Pramugari Florencia Lolita
Konflik Guru dan Siswa di SMKN Tanjabtim, Akademisi Nilai Ada Krisis Adab di Sekolah
Suami Wamen Stella Christie Alami Kecelakaan di AS, Istana Minta KBRI Beri Pendampingan Penuh
Vierdha Perempuan Yang Merekam Ricky Harun Karaoke, Ungkap Awal Mula Pertemuannya Dengan Suami Herfiza
BRI Dinobatkan The Banker Sebagai Bank of The Year 2025, Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global