INSIBERNEWS - Sebuah insiden mengerikan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa pagi, 20 Januari 2026.
Tiga truk yang membawa muatan berbeda—sapi, padi, dan pepaya—terlibat dalam tabrakan beruntun yang menimbulkan korban jiwa dan kekacauan di jalan raya utama menuju pelabuhan feri penghubung Sumatera-Jawa.
Baca Juga: Dana Tak Jadi Dipangkas, Aceh hingga Sumbar Dapat Relaksasi TKD untuk Percepat Pemulihan Bencana
Kronologi kejadian dimulai ketika truk Fuso bermuatan sapi yang dikemudikan oleh Sugi Haryanto meluncur kencang dari arah Bandar Lampung.
Diduga karena kegagalan sistem rem, kendaraan itu hilang kendali dan menghantam dua truk di depannya, memicu reaksi berantai yang tak terhindarkan di jalur yang dikenal ramai oleh lalu lintas barang.
Dampak benturan begitu hebat hingga muatan dari ketiga truk tumpah ruah ke aspal. Sapi-sapi yang terlepas dari kandangnya tergeletak di mana-mana, sebagian mati seketika akibat cedera parah, sementara yang lain tampak kesakitan dan panik, menambah suasana mencekam bagi para saksi mata yang berada di sekitar lokasi.
Baca Juga: Bukan di Pati, Begini Alasan KPK Pilih Kudus untuk Periksa Bupati Sudewo
Tidak hanya itu, karung-karung padi dari truk kedua berserakan seperti hamparan biji-bijian yang terbuang sia-sia, menutupi sebagian besar badan jalan dan membuat permukaan licin serta berbahaya. Pepaya dari truk boks ketiga pun hancur lebur, meninggalkan jejak buah-buahan yang remuk dan berbau menyengat di udara panas siang itu.
Video amatir yang langsung viral di platform media sosial seperti X dan Instagram menangkap momen tragis tersebut, menunjukkan bagaimana para pengendara lain berhenti mendadak dan berusaha membantu, di tengah hiruk-pikuk suara klakson dan jeritan hewan yang terluka.
Kejadian ini segera menjadi perbincangan hangat, dengan netizen menyuarakan keprihatinan atas keselamatan di jalur vital ini.
Petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan langsung bergerak cepat ke tempat kejadian, bekerja sama dengan tim penyelamat untuk mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing.
Arus kendaraan yang biasanya lancar menuju Pelabuhan Bakauheni terpaksa dialihkan sementara, dengan sistem buka-tutup diterapkan untuk menghindari kemacetan total yang bisa melumpuhkan aktivitas ekonomi daerah.
Kasatlantas Polres Lampung Selatan, Iptu I Made Agus Dwi Dayana, menjelaskan detail kendaraan yang terlibat dalam konferensi pers singkatnya.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Fokuskan Siswa pada Proses Belajar
Brooklyn Beckham Blak-blakan soal Konflik dengan David dan Victoria Beckham, Sebut Orang Tua Manipulatif
BYD Di-Space Zhengzhou, Museum NEV Pertama di Tiongkok yang Menggabungkan Edukasi dan Pengalaman Imersif
Tragis! Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta di Sinaksak, Polisi Dalami Penyebab Insiden
Dokter Spesialis di Daerah Tertinggal Bakal Dapat Tunjangan Sebesar Rp30 Juta per Bulan
Anggaran MBG Tembus Rp17 Triliun, Program Makan Gratis Jangkau Puluhan Juta Warga
KBRI Phnom Penh Tangani Ratusan WNI Usai Penangkapan Sindikat Penipuan Online di Kamboja
Jasad Pramugari Korban Kecelakaan Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Bulusaraung, Evakuasi Tertunda Cuaca Buruk
Bukan di Pati, Begini Alasan KPK Pilih Kudus untuk Periksa Bupati Sudewo
Dana Tak Jadi Dipangkas, Aceh hingga Sumbar Dapat Relaksasi TKD untuk Percepat Pemulihan Bencana