INSIBERNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasan pemeriksaan Bupati Pati, Sudewo, dilakukan di Kudus, Jawa Tengah, bukan di Pati.
“Ini murni terkait strategi teknis pemeriksaan yang diterapkan tim di lapangan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ketika ditanya apakah lokasi pemeriksaan dipilih karena adanya desakan dari warga Pati, Budi menjelaskan bahwa pemilihan tempat dilakukan untuk memastikan pemeriksaan berlangsung efektif.
Baca Juga: KBRI Phnom Penh Tangani Ratusan WNI Usai Penangkapan Sindikat Penipuan Online di Kamboja
“Tentu lokasi pemeriksaan menjadi pertimbangan tim, supaya proses pemeriksaan bisa berjalan lancar, terutama karena pihak yang diperiksa jumlahnya lebih dari satu,” jelasnya.
Terkait lokasi penangkapan Sudewo, Budi mengatakan bahwa detailnya akan diumumkan dalam konferensi pers resmi.
“Detail kronologi dan lokasi penangkapan akan kami sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers,” ujarnya.
Saat ini, Sudewo bersama tujuh orang lainnya yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Rekap OTT KPK Tahun 2026
OTT terhadap Bupati Pati merupakan tangkap tangan ketiga KPK di tahun 2026. Sebelumnya:
1. OTT Pertama (9-10 Januari 2026)
KPK menangkap delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, periode 2021-2026.
2. OTT Kedua (19 Januari 2026)
Wali Kota Madiun, Maidi, bersama 14 orang lainnya ditangkap terkait dugaan korupsi proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.
3. OTT Ketiga (19 Januari 2026)
Bupati Pati, Sudewo, ditangkap terkait dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Tak Disangka, Tidur Terang-Terangan Picu Penyakit Jantung, Ini Fakta Ilmiahnya!
Pemprov DKI Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Fokuskan Siswa pada Proses Belajar
Dokter Spesialis di Daerah Tertinggal Bakal Dapat Tunjangan Sebesar Rp30 Juta per Bulan
Anggaran MBG Tembus Rp17 Triliun, Program Makan Gratis Jangkau Puluhan Juta Warga
KBRI Phnom Penh Tangani Ratusan WNI Usai Penangkapan Sindikat Penipuan Online di Kamboja
Jasad Pramugari Korban Kecelakaan Pesawat ATR Ditemukan di Jurang Bulusaraung, Evakuasi Tertunda Cuaca Buruk