Trump Apresiasi Iran Batalkan Eksekusi Massal Usai Gelombang Protes Berdarah

Photo Author
- Senin, 19 Januari 2026 | 15:42 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) - Donald Trump (Foto : Dok. The White House)
Presiden Amerika Serikat (AS) - Donald Trump (Foto : Dok. The White House)

INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Iran setelah Teheran dilaporkan membatalkan rencana eksekusi terhadap ratusan pengunjuk rasa yang ditangkap dalam demonstrasi berdarah beberapa pekan terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial pribadinya, Truth Social, yang langsung menarik perhatian publik internasional. Ia menyebut keputusan Iran sebagai langkah penting yang patut dihormati di tengah situasi yang sempat memanas.

Baca Juga: Iran Soroti Penarikan Pasukan AS, Irak Disebut Masuk Babak Baru Kedaulatan

“Saya sangat menghormati fakta bahwa semua rencana hukuman gantung, yang seharusnya dilaksanakan kemarin dan melibatkan lebih dari 800 orang, telah dibatalkan oleh pimpinan Iran. Terima kasih,” tulis Trump.

Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Washington dan Teheran berada di titik tegang. Trump bahkan sempat melontarkan ancaman tindakan militer sebagai respons atas laporan kekerasan terhadap pengunjuk rasa di Iran.

Namun, sikap keras itu disebut melunak setelah Trump menerima informasi terbaru yang menyebutkan bahwa pembunuhan dan eksekusi terhadap para demonstran telah dihentikan. Gedung Putih menilai perkembangan tersebut sebagai sinyal positif, meski situasi di Iran masih terus dipantau.

Baca Juga: Khamenei Akui Ribuan Orang Tewas dalam Protes Iran, Sebut Trump Jadi Buang Keroknya!

Di sisi lain, Trump membantah klaim sejumlah pemimpin negara Teluk yang menyebut adanya upaya diplomasi intensif untuk mencegah serangan militer AS ke Iran. Ia menegaskan keputusan menahan diri merupakan hasil pertimbangan internal pemerintahannya.

Sebelumnya, para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Oman menyatakan telah memainkan peran penting dalam meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran melalui jalur komunikasi regional.

Trump menepis pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa langkah Amerika Serikat semata-mata didasarkan pada perkembangan di lapangan, terutama terkait perlindungan hak asasi manusia dan keselamatan warga sipil.

Baca Juga: Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Didakwa Peras Pemohon Sertifikasi K3 Senilai Rp6,52 Miliar

Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan Trump berpotensi membuka ruang diplomasi baru, meski belum tentu mengakhiri ketegangan panjang antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X