Gerindra Dukung Pilkada Dipilih Lewat DPRD, Dinilai Lebih Hemat dan Minim Biaya Politik

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 29 Desember 2025 | 14:03 WIB
Ilustrasi Gedung DPRD (Istimewa)
Ilustrasi Gedung DPRD (Istimewa)

INSIBERNEWS - Partai Gerindra menyatakan dukungan terhadap wacana pemilihan kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota, dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Usulan ini dinilai layak dipertimbangkan sebagai alternatif dari mekanisme pemilihan langsung yang selama ini berlaku.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono, mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPRD bukanlah gagasan baru.

Menurutnya, sistem tersebut pernah diterapkan dan kini relevan untuk dikaji ulang di tengah tingginya biaya politik dan kompleksitas Pilkada langsung.

Baca Juga: DJP Siap Kejar Tunggakan Pajak Konglomerat, Rp3,8 Triliun Jadi Target Penagihan 2026

“Pemilihan kepala daerah melalui DPRD patut dipertimbangkan sebagai salah satu opsi,” ujar Sugiono dalam keterangannya kepada awak media.

Sugiono menilai, dari sisi efisiensi, mekanisme pemilihan lewat DPRD memiliki sejumlah keunggulan. Proses penjaringan calon dinilai bisa lebih singkat, terukur, dan tidak memakan waktu panjang seperti Pilkada langsung yang membutuhkan tahapan berlapis.

Selain itu, Gerindra menyoroti aspek anggaran. Pilkada langsung membutuhkan biaya besar, baik dari APBD maupun dari kandidat yang maju. Menurut Sugiono, beban anggaran negara dan daerah dapat ditekan apabila proses pemilihan dilakukan melalui DPRD.

Baca Juga: Gelombang Protes UMP DKI 2026, Ribuan Aparat Siaga Kawal Aksi Buruh Hari Ini

“Mulai dari mekanisme, waktu, hingga anggaran dan ongkos politik, pemilihan lewat DPRD bisa jauh lebih efisien,” kata Sugiono.

Ia juga menyinggung tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung yang kerap memicu praktik tidak sehat, seperti politik uang dan transaksi kepentingan.

Dengan sistem pemilihan oleh DPRD, risiko tersebut dinilai bisa diminimalkan karena prosesnya lebih terkontrol dan berbasis representasi politik.

Baca Juga: Ekspor Batu Bara Tertekan, Kinerja Angkutan Tongkang ALII Turun Tajam hingga September 2025

Meski demikian, Sugiono menegaskan bahwa wacana ini masih terbuka untuk dibahas secara luas. Partai Gerindra mendorong adanya diskusi mendalam dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk partai politik lain, akademisi, serta masyarakat sipil.

Di sisi lain, Gerindra memahami adanya kekhawatiran publik terkait partisipasi rakyat apabila Pilkada tidak dilakukan secara langsung. Oleh karena itu, Sugiono menekankan pentingnya memastikan DPRD benar-benar menjalankan fungsi representasi rakyat secara bertanggung jawab.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X