INSIBERNEWS - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri menyusul munculnya konvoi warga yang membawa dan mengibarkan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tengah kondisi bencana banjir di Aceh.
Menurutnya, sikap saling menahan diri sangat penting agar situasi di lapangan tetap aman dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Dave juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya insiden kericuhan antara warga dan aparat keamanan di Aceh Utara. Ia menilai peristiwa tersebut sangat disayangkan, terlebih terjadi saat masyarakat sedang menghadapi musibah banjir yang seharusnya menjadi momen untuk saling membantu dan memperkuat rasa kebersamaan.
Baca Juga: AS Dorong Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Awal Januari, Israel Khawatir Isu Perlucutan Senjata
“Kita semua tentu prihatin dengan kejadian ini. Di saat masyarakat membutuhkan ketenangan dan bantuan, justru muncul gesekan yang berpotensi mengganggu stabilitas,”ujar Dave Laksono dalam keterangannya.
Politikus Partai Golkar itu menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara.
Namun, ia mengingatkan agar hak tersebut dijalankan dengan cara yang damai, tertib, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Dokter Detektif Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka, Polisi Dorong Jalan Damai dengan Richard Lee
“Saya mengimbau masyarakat untuk menyalurkan aspirasi secara damai dan mengikuti aturan. Sementara aparat keamanan juga harus tetap mengedepankan pendekatan yang profesional dan humanis dalam menjalankan tugasnya,” kata Dave.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan atau ekspresi di lapangan tidak mengaburkan fokus utama penanganan bencana. Menurutnya, keselamatan warga terdampak dan kelancaran distribusi bantuan harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.
“Jangan sampai dinamika di lapangan justru mengganggu upaya penyelamatan warga dan penyaluran bantuan bagi korban banjir,” tegasnya.
Baca Juga: Kemhan Bantah Isu Pelantikan Ayu Aulia, Tegaskan Tak Ada Penugasan Resmi
Dave juga mendorong pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk aktif meredam ketegangan serta membangun komunikasi yang terbuka.
Peran tokoh adat dan tokoh agama dinilai sangat penting untuk menenangkan situasi dan mengajak masyarakat kembali fokus pada pemulihan pascabencana.
Artikel Terkait
Hadapi Cuaca Buruk, BPBD Minta Warga untuk Tidak Rayakan Tahun Baru di Pantai
Hujan Deras Picu Banjir di Bekasi, Sembilan Titik Tergenang hingga 135 Sentimeter
Kasus Narkoba DWP 2025, Tigran Denre Sonda Serahkan Diri
Natal 2025, Prabowo Ajak Bangsa Bersatu dan Fokus Bantu Korban Bencana Sumatra
Kejagung Kocok Ulang Pejabat, Kursi Kajari Bekasi Berganti Usai OTT KPK
Kemhan Bantah Isu Pelantikan Ayu Aulia, Tegaskan Tak Ada Penugasan Resmi
Dokter Detektif Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka, Polisi Dorong Jalan Damai dengan Richard Lee
Bertahan di Atap Saat Diterjang Banjir, Warga Aceh Tamiang Kenang Malam Panjang Bersama 18 Orang
Akses Putus Tak Kunjung Pulih, Warga Syiah Utama Bener Meriah Masih Bertahan dalam Keterisolasian
AS Dorong Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Awal Januari, Israel Khawatir Isu Perlucutan Senjata