Baca Juga: Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sumatera, Warga Diminta Waspada Risiko Pascabencana
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa seluruh instrumen pembayaran di Indonesia tetap berbasis Rupiah, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
“Digitalisasi sistem pembayaran terus kami dorong karena cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Namun, masyarakat tetap memiliki hak penuh untuk memilih metode pembayaran yang paling nyaman, termasuk uang tunai,” ujar Filianingsih dalam keterangannya.
Kasus Roti O ini dinilai menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha di tengah masifnya digitalisasi. Transformasi layanan, menurut banyak pihak, perlu diimbangi dengan pendekatan yang lebih inklusif agar tidak mengesampingkan hak dan kenyamanan konsumen.***
Artikel Terkait
Libur Panjang Nataru 2025-2026 Resmi Ditetapkan, Masyarakat Bisa Nikmati Akhir Tahun Hingga 13 Hari
RI–Belanda Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Air, JSC 2025 Jadi Penentu Arah Kebijakan Baru
Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Dini Hari, 16 Orang Meninggal Dunia
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sumatera, Warga Diminta Waspada Risiko Pascabencana
Rencana 'Proyek Sunrise' untuk Gaza Picu Polemik, Kota Futuristik Berbasis AI Dinilai Tak Realistis
Uang Beredar Tumbuh Lebih Cepat, Likuiditas Ekonomi Tembus Rp9.891 Triliun
Elon Musk Tembus Rekor Baru, Jadi Manusia Pertama dengan Kekayaan di Atas USD700 Miliar
MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, DPR Nilai Negara Hadir Jaga Gizi Anak
Solidaritas Raffi Ahmad–Iko Uwais untuk Sumatera, Pendapatan Film Timur Didonasikan
DJP Gandeng Kementerian Koperasi, Percepatan NPWP Koperasi Desa Merah Putih Digenjot