MBG Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, DPR Nilai Negara Hadir Jaga Gizi Anak

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 22 Desember 2025 | 13:07 WIB
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Foto : Reuters/Willy Kurniawan)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Foto : Reuters/Willy Kurniawan)

INSIBERNEWS - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional yang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pemenuhan gizi anak.

Menurut Singgih, keberlanjutan MBG saat libur sekolah merupakan langkah strategis, terutama bagi peserta didik di bawah naungan Kementerian Agama, seperti madrasah dan satuan pendidikan keagamaan. Kelompok ini, kata dia, tidak boleh terputus aksesnya terhadap asupan gizi yang layak.

Baca Juga: Elon Musk Tembus Rekor Baru, Jadi Manusia Pertama dengan Kekayaan di Atas USD700 Miliar

Ia menjelaskan bahwa masa libur sekolah justru menjadi periode yang rawan terjadinya penurunan asupan gizi, khususnya bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan. Tanpa dukungan program negara, kebutuhan gizi harian berisiko tidak terpenuhi secara optimal.

“Pada masa libur, kontrol asupan gizi anak sering kali melemah. Karena itu, keberlanjutan MBG menjadi sangat krusial agar anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup,” ujar Singgih dalam keterangannya.

Kebijakan BGN selama libur sekolah mencakup penyediaan satu paket makanan siap santap yang diproduksi dapur SPPG, serta dua paket MBG kemasan yang dapat dibawa pulang. Skema ini dinilai adaptif terhadap kondisi libur, sekaligus memastikan manfaat program tetap dirasakan keluarga.

Baca Juga: Uang Beredar Tumbuh Lebih Cepat, Likuiditas Ekonomi Tembus Rp9.891 Triliun

Singgih menilai, pola distribusi tersebut menunjukkan fleksibilitas pelaksanaan program tanpa mengurangi tujuan utamanya. Selain menjaga gizi anak, paket kemasan juga membantu keluarga mengatur konsumsi di rumah selama periode libur.

Lebih jauh, ia menyebut kebijakan ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi muda. Program MBG tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai jaring pengaman sosial bagi keluarga yang membutuhkan.

Komisi VIII DPR RI, lanjut Singgih, akan terus mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan. Pengawasan juga diarahkan agar distribusi selama libur sekolah tetap merata di berbagai daerah.

Baca Juga: Rencana 'Proyek Sunrise' untuk Gaza Picu Polemik, Kota Futuristik Berbasis AI Dinilai Tak Realistis

Ia berharap sinergi antara BGN, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dapat terus diperkuat. Dengan begitu, manfaat MBG tidak hanya dirasakan saat hari sekolah aktif, tetapi juga pada periode libur ketika anak-anak tetap membutuhkan perhatian gizi yang sama.

Kebijakan ini, menurutnya, menjadi contoh bagaimana program sosial dapat dirancang responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat, sekaligus mempertegas komitmen negara dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X