Dirut Terra Drone Resmi Ditahan, Polisi Telusuri Kelalaian di Balik Kebakaran Maut Kemayoran

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 11 Desember 2025 | 14:26 WIB
Ilustrasi tangkap (Foto : iStockphoto.com)
Ilustrasi tangkap (Foto : iStockphoto.com)

INSIBERNEWS - Polda Metro Jaya akhirnya menahan Direktur Utama PT Terra Drone, MW, setelah serangkaian pemeriksaan yang mengerucut pada dugaan kelalaian dalam tragedi kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 pekerja.

Langkah ini menjadi perkembangan besar dalam penyidikan kasus yang menyita perhatian publik karena besarnya jumlah korban dan dugaan pelanggaran prosedur keselamatan kerja.

Baca Juga: Penjualan Mobil Astra Turun 16 Persen, Perusahaan Tetap Optimistis Pasar Bakal Pulih Tahun Depan

Penahanan dilakukan usai penyidik memeriksa sejumlah saksi internal perusahaan serta mengumpulkan temuan awal dari lokasi kejadian.

Polisi menilai ada indikasi kuat bahwa unsur kelalaian memiliki peran besar dalam terjadinya kebakaran yang merenggut nyawa para korban saat aktivitas kerja tengah berlangsung di area gedung tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar (telah ditangkap),” ujarnya singkat, Kamis (11/12/2025), sembari memastikan bahwa penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Tarif Denda Baru untuk Tambang di Kawasan Hutan, Rp65 Miliar per Hektare

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyoroti beberapa aspek yang diduga tidak memenuhi standar keamanan, termasuk tata kelola bahan mudah terbakar, kesiapan alat pemadam, serta prosedur evakuasi internal. Temuan-temuan ini akan menjadi materi pendalaman untuk memastikan seberapa jauh tanggung jawab jajaran manajemen.

Puslabfor Polri juga telah menyelesaikan identifikasi seluruh korban. Hasilnya, 22 jenazah ditemukan dalam kondisi utuh sehingga tidak memerlukan proses identifikasi melalui tes DNA. Proses evakuasi disebut berjalan cukup cepat mengingat kondisi ruangan yang sulit ditembus akibat asap pekat dan panas tinggi.

Baca Juga: Pakai Gamis hingga Jilbab, Pengungsi Pria di Sumut Ngadu ke Bobby Nasution: Nggak Kebagian Baju Laki-Laki Pak!

Sementara itu, para keluarga korban mulai menerima pendampingan dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk proses pemakaman serta klaim hak-hak pekerja. Banyak di antara mereka mengaku masih terpukul dengan kejadian ini, terlebih beberapa korban disebut berada hanya beberapa bulan dari masa kelulusan pelatihan teknis mereka.

Di sisi lain, PT Terra Drone belum memberikan keterangan resmi yang lebih lengkap selain pernyataan singkat bahwa mereka akan menghormati proses hukum yang berjalan.

Namun sejumlah pegawai mengaku kaget dengan penetapan tersangka terhadap pucuk pimpinan perusahaan, meski banyak pula yang berharap kasus ini dapat membuka perbaikan besar dalam aspek keselamatan kerja.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X