INSIBERNEWS - Polda Metro Jaya akhirnya menahan Direktur Utama PT Terra Drone, MW, setelah serangkaian pemeriksaan yang mengerucut pada dugaan kelalaian dalam tragedi kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 pekerja.
Langkah ini menjadi perkembangan besar dalam penyidikan kasus yang menyita perhatian publik karena besarnya jumlah korban dan dugaan pelanggaran prosedur keselamatan kerja.
Baca Juga: Penjualan Mobil Astra Turun 16 Persen, Perusahaan Tetap Optimistis Pasar Bakal Pulih Tahun Depan
Penahanan dilakukan usai penyidik memeriksa sejumlah saksi internal perusahaan serta mengumpulkan temuan awal dari lokasi kejadian.
Polisi menilai ada indikasi kuat bahwa unsur kelalaian memiliki peran besar dalam terjadinya kebakaran yang merenggut nyawa para korban saat aktivitas kerja tengah berlangsung di area gedung tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar (telah ditangkap),” ujarnya singkat, Kamis (11/12/2025), sembari memastikan bahwa penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Tarif Denda Baru untuk Tambang di Kawasan Hutan, Rp65 Miliar per Hektare
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyoroti beberapa aspek yang diduga tidak memenuhi standar keamanan, termasuk tata kelola bahan mudah terbakar, kesiapan alat pemadam, serta prosedur evakuasi internal. Temuan-temuan ini akan menjadi materi pendalaman untuk memastikan seberapa jauh tanggung jawab jajaran manajemen.
Puslabfor Polri juga telah menyelesaikan identifikasi seluruh korban. Hasilnya, 22 jenazah ditemukan dalam kondisi utuh sehingga tidak memerlukan proses identifikasi melalui tes DNA. Proses evakuasi disebut berjalan cukup cepat mengingat kondisi ruangan yang sulit ditembus akibat asap pekat dan panas tinggi.
Sementara itu, para keluarga korban mulai menerima pendampingan dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk proses pemakaman serta klaim hak-hak pekerja. Banyak di antara mereka mengaku masih terpukul dengan kejadian ini, terlebih beberapa korban disebut berada hanya beberapa bulan dari masa kelulusan pelatihan teknis mereka.
Di sisi lain, PT Terra Drone belum memberikan keterangan resmi yang lebih lengkap selain pernyataan singkat bahwa mereka akan menghormati proses hukum yang berjalan.
Namun sejumlah pegawai mengaku kaget dengan penetapan tersangka terhadap pucuk pimpinan perusahaan, meski banyak pula yang berharap kasus ini dapat membuka perbaikan besar dalam aspek keselamatan kerja.
Artikel Terkait
Lisa BLACKPINK Masuk Daftar Host Committee Met Gala 2026, Siap Meriahkan Ajang Mode Paling Bergengsi
Inara Rusli Mengurung Diri, Disebut Alami Depresi Usai Diterpa Kasus Dugaan Perselingkuhan
Putin Beri Sinyal Dukungan Penuh, Rusia Siap Bantu Indonesia Bangun PLTN
18 Orang Dilarikan ke RS, Mobil Pengangkut MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibiru Cilincing
Pakai Gamis hingga Jilbab, Pengungsi Pria di Sumut Ngadu ke Bobby Nasution: Nggak Kebagian Baju Laki-Laki Pak!
Belasan Pelajar Jadi Korban, Berikut Keterangan Sang Sopir Mobil MBG Usai Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Cilincing
Ribuan Ton Logistik Meluncur ke Tiga Provinsi, Pemerintah Pastikan Korban Banjir Tak Kekurangan Pasokan
Pemerintah Tetapkan Tarif Denda Baru untuk Tambang di Kawasan Hutan, Rp65 Miliar per Hektare
Ibu Hamil Tewas dalam Kebakaran Terra Drone, Aturan Cuti dan Perlindungan Pekerja Kembali Jadi Bahasan
Penjualan Mobil Astra Turun 16 Persen, Perusahaan Tetap Optimistis Pasar Bakal Pulih Tahun Depan