INSIBERNEWS - Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Presiden RI Prabowo Subianto membagikan puluhan kacamata pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) kepada para penyandang tunanetra.
Langkah ini dilakukan untuk membantu mereka lebih mandiri dalam beraktivitas.
“Jadi kacamata berbasis AI ini merupakan kacamata yang berteknologi tinggi dan memiliki kecerdasan buatan. Memang khusus diberikan kepada teman-teman tunanetra,” ujar Sekretaris Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Ghrawiraharto Wicaksono, di kantornya, Senin (8/12).
Baca Juga: Kecopetan saat Liburan di Bali, Polisi Tangkap Pencuri Dompet Jeon Hye Bin
Kacamata pintar tersebut dirancang untuk mempermudah penyandang tunanetra dalam membaca tulisan, mengenali nilai mata uang, hingga mengidentifikasi jumlah serta identitas lawan bicara.
Perangkat ini dapat mendeteksi siapa yang berada di depan pemakai setelah sebelumnya merekam orang-orang yang sering berinteraksi dengan pengguna.
Dengan hadirnya kacamata pintar ini, diharapkan para penyandang disabilitas dapat lebih mandiri dan terbantu dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari membaca hingga bertransaksi.
“Ini sangat berguna untuk teman-teman men-scan data, buku bacaan, bahkan sampai scan uang. Jadi teman-teman tunanetra yang sering melakukan transaksi juga bisa digunakan kacamata,” ungkap Wira, sapaan akrab Ghrawiraharto.
Wira juga mengungkapkan apresiasinya kepada Prabowo yang menggunakan dana pribadi untuk membantu kelompok masyarakat rentan, termasuk penyandang disabilitas.
“Saya jujur, ini merupakan suatu hal yang luar biasa. Memang sedikit out of the box dari pemikiran Pak Prabowo yang sangat peduli kepada masyarakat Indonesia dan juga teman-teman disabilitas, terutama tunanetra,” ujarnya.
Baca Juga: Pejabat SKK Migas Tewas Usai Sepeda Hantam Bus TransJakarta yang Sedang Berhenti
Walaupun kacamata pintar ini belum sepenuhnya sempurna, Wira berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penyandang tunanetra dalam mengakses pendidikan dan pekerjaan. GSN sebagai penyalur kacamata AI akan terus melakukan evaluasi untuk memaksimalkan fungsi alat bantu ini.
“Walaupun masih dalam tahap pengembangan, tapi ini langkah awal bagi teman-teman disabilitas, terutama tunan netra agar bisa menjadi inklusif di tempat kerjanya, di lingkungan sekolahnya,” tambah Wira.
Artikel Terkait
Pejabat SKK Migas Tewas Usai Sepeda Hantam Bus TransJakarta yang Sedang Berhenti
Kalah dari Filipina untuk Pertama Kalinya, Garuda Muda di Ambang Gugur di SEA Games 2025?
Gegerkan Warga, Saksi Ungkap Guru SD yang Ditemukan Tewas Misterius Sempat Dibonceng dengan Kaki Menyeret Aspal
KAI Resmi Operasikan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Mobilitas Ekonomi Rakyat
Selamat dari Banjir di Aceh Utara, Cerita Seorang Ibu dan Putrinya yang Bertahan 9 Jam pada Tumpukan Pohon Ceri
Kontroversi Donasi 10 Miliar: Ferry Irwandi Respon Sindiran DPR soal Bencana Sumatera
Kecopetan saat Liburan di Bali, Polisi Tangkap Pencuri Dompet Jeon Hye Bin