Dinilai Kurang Pantas, DPR Soroti Etika Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatera yang Lempar Beras dari Helikopter

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 4 Desember 2025 | 20:06 WIB
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo sebut melempar beras dari helikopter untuk korban bencana tidak pantas dilakukan. (YouTube/TVR Parlemen)
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo sebut melempar beras dari helikopter untuk korban bencana tidak pantas dilakukan. (YouTube/TVR Parlemen)

INSIBERNEWS - Sebagian publik menyoroti metode pendistribusian bantuan bagi korban bencana di Sumatera melalui udara yang dinilai tidak tepat dan berpotensi merugikan warga.

Sejumlah anggota DPR juga mengkritik cara pemberian bantuan tersebut. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa pejabat yang menyalurkan bantuan ke daerah bencana tidak boleh bertindak sembarangan, termasuk melempar beras dari helikopter.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya tidak etis tetapi juga menunjukkan sikap yang bertentangan dengan esensi kemanusiaan.

Baca Juga: Aturan Baru OJK Soal Penjatahan IPO: Porsi Ritel Kini Diperbesar, Akses Investor Kecil Makin Terbuka

"Saya minta kepada pejabat yang ada di daerah juga, ketika membantu para korban hendaklah yang sopan," ucap Firman dalam rapat yang digelar pada Kamis, 4 Desember 2025.

Anggota DPR itu menegaskan kembali poin kritiknya dengan memberi contoh langsung mengenai praktik penyaluran bantuan yang viral beberapa waktu lalu.

"Tidak perlu memberikan beras dilempar-lempar dari helikopter," imbuhnya.

Baca Juga: Atasi Gangguan Distribusi, Menteri ESDM Izinkan Beli BBM Subsidi Tanpa Barcode di Wilayah Bencana

Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani juga menyoroti metode pemberian bantuan dari udara yang beberapa kali dilakukan karena akses darat terputus.

Ia memahami bahwa kondisi geografis mengharuskan bantuan dikirim lewat jalur udara, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan efektivitas dan keselamatan warga.

“Seperti yang tadi saya sampaikan, kita fokus untuk bisa memberikan bantuan secara efektif. Banyak wilayah yang jalurnya terputus sehingga distribusi dilakukan melalui udara," kata Puan kepada wartawan pada Rabu, 3 Desember 2025.

Baca Juga: Demi Jemput Warga Terisolir, Prajurit TNI AD Pikul Berton-ton Logistik Menembus Hutan Sitahuis

Puan menilai bahwa cara pemberian bantuan melalui udara yang sempat dilakukan, termasuk melempar bantuan dari ketinggian, perlu ditinjau ulang agar tidak menimbulkan masalah baru di tengah bencana.

"Namun cara pemberiannya mungkin dianggap kurang efektif atau kurang baik. Karena itu perlu dievaluasi sebaik-baiknya,” pungkasnya.***

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X