Baca Juga: Dari Lapangan Migas ke Kursi Menteri: Kisah Lika-Liku Purbaya yang Pernah Tak Tidur 5 Hari
Ia berharap momentum bencana ini dapat membuka mata semua pihak, bahwa pembangunan tak bisa terus dilakukan dengan mengorbankan lingkungan. Jika keseimbangan alam rusak, maka manusialah yang pertama kali merasakan akibatnya.
Gus Kautsar menutup seruannya dengan mengajak masyarakat untuk lebih peka, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab. Bagi dia, bencana bukan hanya musibah, tapi sekaligus teguran agar manusia kembali menata hubungan dengan alam, dengan cara yang lebih beradab dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Kembali Berduka! Aktor Senior Epy Kusnandar Pemeran Kang Mus di Preman Pensiun Tutup Usia
Mahfud MD Soroti Akar Kisruh NU, Dinamika Organisasi Disebut Jauh dari Spirit Keulamaan
Prabowo Siap Tambah Anggaran, Pemerintah Pastikan TNI–Polri All Out Tangani Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Demi Jemput Warga Terisolir, Prajurit TNI AD Pikul Berton-ton Logistik Menembus Hutan Sitahuis
PNM Hadirkan Fitur Aksesibilitas Digital, Rayakan Hari Disabilitas dengan Langkah Inklusif yang Lebih Nyata
Atasi Gangguan Distribusi, Menteri ESDM Izinkan Beli BBM Subsidi Tanpa Barcode di Wilayah Bencana
Dari Lapangan Migas ke Kursi Menteri: Kisah Lika-Liku Purbaya yang Pernah Tak Tidur 5 Hari
Banjir-Longsor di Tapteng: Tiga Korban Kembali Ditemukan, Warga Terisolir Mulai Kehabisan Bahan Makan
Aceh Dilanda Banjir Besar, Seruan HUT GAM Didesak Jadi Momen Menahan Diri
Aturan Baru OJK Soal Penjatahan IPO: Porsi Ritel Kini Diperbesar, Akses Investor Kecil Makin Terbuka