Kerusakan Alam Disorot Gus Kautsar: Banjir dan Longsor Adalah Alarm, Bukan Sekadar Musibah!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 4 Desember 2025 | 14:56 WIB
Di Balik Banjir dan Longsor Sumatera, Gus Kautsar Soroti Keserakahan Manusia terhadap Alam (Foto : instagram)
Di Balik Banjir dan Longsor Sumatera, Gus Kautsar Soroti Keserakahan Manusia terhadap Alam (Foto : instagram)

INSIBERNEWS – Deretan bencana banjir dan longsor yang menimpa Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa pekan terakhir memantik keprihatinan banyak pihak. Salah satu suara yang cukup keras datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri, KH. Abdurrahman Al Kautsar atau yang akrab dikenal sebagai Gus Kautsar.

Ia menilai bencana yang menelan ratusan korban itu bukan hanya persoalan cuaca ekstrem, tetapi akumulasi dari kerusakan alam yang dibuat manusia sendiri.

Baca Juga: Aturan Baru OJK Soal Penjatahan IPO: Porsi Ritel Kini Diperbesar, Akses Investor Kecil Makin Terbuka

Gus Kautsar menegaskan bahwa laju deforestasi, praktik pembalakan liar, serta eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam telah menghilangkan daya tahan lingkungan. Ketika hujan besar datang, tanah yang sudah rapuh tak lagi mampu menopang, sehingga longsor dan banjir besar menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

“Musibah ini bukan tiba-tiba jatuh dari langit. Ada jejak tangan manusia di sana,” ucapnya dalam sebuah kesempatan ketika menanggapi bencana bertubi-tubi yang terjadi awal Desember ini.

Menurutnya, perilaku yang merusak alam bukan hanya melanggar etika sosial, tetapi juga bertentangan dengan ajaran Islam yang menempatkan manusia sebagai penjaga bumi. Ia menekankan bahwa seorang Muslim seharusnya menghadirkan rasa aman bagi sesama makhluk, bukan menjadi sumber kerusakan.

Baca Juga: Aceh Dilanda Banjir Besar, Seruan HUT GAM Didesak Jadi Momen Menahan Diri

“Muslim yang baik adalah mereka yang membawa kedamaian. Bukan mereka yang membuat orang lain merasa terancam, apalagi merusak alam yang menjadi tempat hidup bersama,” tegasnya.

Gus Kautsar juga menyebut bahwa bencana yang saat ini melanda beberapa provinsi seharusnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat untuk menghentikan praktik yang merusak ekosistem.

Ia meminta agar negara hadir lebih tegas dalam menangani perizinan tambang, logging ilegal, serta aktivitas ekonomi yang mengancam kelestarian hutan.

Baca Juga: Banjir-Longsor di Tapteng: Tiga Korban Kembali Ditemukan, Warga Terisolir Mulai Kehabisan Bahan Makan

Tak hanya itu, ia mendorong agar pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penyembuhan lingkungan yang selama ini diabaikan.

Rehabilitasi hutan, penguatan kawasan penyangga, dan edukasi lingkungan bagi masyarakat disebut sebagai langkah yang harus dilakukan secara menyeluruh.

Gus Kautsar juga mengingatkan bahwa musibah akan terus berulang jika bangsa ini hanya meratap setiap kali bencana datang, tanpa mengubah pola pikir dan perilaku dalam memperlakukan alam. Menurutnya, tanggung jawab menjaga bumi adalah amanah moral, sekaligus kewajiban agama.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X