INSIBERNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengambil langkah cepat untuk memastikan pasokan energi di wilayah bencana tetap berjalan.
Pemerintah resmi mengizinkan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membeli BBM bersubsidi tanpa harus menggunakan barcode, aturan yang selama ini menjadi syarat utama di SPBU.
Kebijakan ini diambil setelah kondisi di sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi menunjukkan gangguan serius.
Distribusi BBM tersendat, jaringan internet tumbang, alur transportasi terputus, dan beberapa jembatan serta ruas jalan ambruk akibat longsor. Dalam situasi seperti ini, penggunaan barcode justru dinilai bisa memperlambat penyaluran energi bagi warga.
Saat meninjau pemulihan akses energi di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Bahlil menegaskan bahwa langkah ini dilakukan semata-mata untuk kemanusiaan dan keberlanjutan layanan publik.
“Tidak perlu pakai barcode untuk sementara. Ini untuk memastikan distribusi tidak terganggu dan masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM,” ujar Bahlil.
Ia menekankan bahwa pembebasan barcode bukan berarti penghapusan regulasi. Kebijakan ini hanya diberlakukan sementara, selama kondisi darurat masih berlangsung dan akses digital maupun logistik belum sepenuhnya pulih. Pemerintah ingin SPBU fokus melayani, bukan terhambat oleh kendala teknis di lapangan.
Baca Juga: Demi Jemput Warga Terisolir, Prajurit TNI AD Pikul Berton-ton Logistik Menembus Hutan Sitahuis
Di beberapa lokasi terdampak, petugas SPBU bahkan masih mengalami kesulitan berkomunikasi dengan kantor pusat karena jaringan internet baru aktif sebagian. Situasi ini membuat verifikasi data penerima subsidi melalui sistem digital nyaris mustahil dilakukan.
Dengan relaksasi aturan ini, suplai BBM diharapkan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan tanpa harus menunggu perbaikan infrastruktur.
Selain BBM, Menteri ESDM juga memastikan bahwa pekerjaan pemulihan jaringan listrik terus dikebut. Tim gabungan PLN bersama aparat TNI-Polri masih berupaya memasang kembali tiang listrik yang tumbang serta memperbaiki gardu yang rusak diterjang banjir dan longsor.
Bahlil menambahkan bahwa pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan situasi. Ia memastikan bahwa langkah-langkah responsif seperti ini akan terus dilakukan selama masyarakat berada dalam masa krisis.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokus Pulihkan 3 Provinsi Terdampak Bencana, Ketua MPR: Presiden Kerahkan Seluruh Kekuatan
Congrats! Jonathan Alden dan Brisia Jodie Resmi Menikah di Katedral Jakarta, Janji Suci yang Mengharukan Warnai Momen Bahagia
Rekrut WNI Pengangguran, BNN Bongkar Modus Dewi Astutik Buron Jaringan Narkoba Internasional
Siapkan Fasilitas Penyimpanan Permanen, Berikut Strategi Baru Pemerintah Hadapi Paparan Cesium-137 di Cikande
Kembali Berduka! Aktor Senior Epy Kusnandar Pemeran Kang Mus di Preman Pensiun Tutup Usia
Dinilai Kurang Inisiatif, Bupati Aceh Timur Ngamuk ke Satpol PP yang Tak Bawa Truk Pengangkut Bantuan saat Warga Terisolasi
Mahfud MD Soroti Akar Kisruh NU, Dinamika Organisasi Disebut Jauh dari Spirit Keulamaan
Prabowo Siap Tambah Anggaran, Pemerintah Pastikan TNI–Polri All Out Tangani Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Demi Jemput Warga Terisolir, Prajurit TNI AD Pikul Berton-ton Logistik Menembus Hutan Sitahuis
PNM Hadirkan Fitur Aksesibilitas Digital, Rayakan Hari Disabilitas dengan Langkah Inklusif yang Lebih Nyata