Roslina mengemukakan bahwa dengan adanya KTP Pohon maka semua orang dapat berpartisipasi menjaga pohon dengan cara melaporkan keberadaan pohon yang membahayakan kepada pihak terkait.
Pelaporan pohon yang membahayakan publik dapat dilakukan melalui kanal resmi pemerintah yang telah disediakan.
Selain informasi bagi masyarakat, barcode ini juga memiliki fungsi untuk identifikasi kesehatan pohon yang menjadi dasar penting bagi tim lapangan untuk menentukan langkah pemeliharaan.
Baca Juga: BRI Jadi Perusahaan dengan Tata Kelola Terbaik, Raih Penghargaan Indonesia Trusted Companies 2025
“Identifikasi ini berisi informasi kesehatan pohon sebagai acuan kita melakukan pemeliharaan, apakah pohonnya masih bisa dirawat atau tidak,” kata Roslina.
Untuk menunjang proses identifikasi, KTP Pohon menggunakan kategori warna untuk menandai kondisi pohon. Terdapat empat kategori warna yang digunakan pada barcode tersebut.
Warna putih untuk informasi dasar, hijau untuk pohon sehat, kuning untuk kondisi kurang sehat, serta merah untuk pohon beresiko.
Informasi kategori warna juga dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat berkegiatan di luar ruangan. Masyarakat dapat melihat potensi berbahaya yang akan timbul di dekat pohon dengan kategori warna merah.
Baca Juga: Tanggapan BNPB Soal Tiga Walikota Aceh Angkat Tangan Tak Mampu Atasi Bencana Lonsor
“Jadi masyarakat bisa menghindari parkir mobil di bawah pohon yang kurang sehat dan berisiko roboh, contohnya,” pungkas Kepala UPTD Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung.
Program KTP Pohon merupakan langkah awal Kota Bandung dalam penggunaan teknologi guna menunjang keamanan serta edukasi publik.***
Artikel Terkait
Minta Maaf ke Bupati Tapsel, Kepala BNPB Minta Penanganan Bencana di Sumatera Makin Dipercepat
Pelaku Perampokan Uang BLT Rp600 Juta di Takalar Ditangkap Usai Aniaya Kepala Kantor Pos
Muncul Beberapa Orang Pencitraan Dalam Bantuan Bencana Sumatera, Inul Daratista Geram
Virgoun Sindir Inara Rusli? Unggah Soal Ujian Merawat Anak, Jangan Ajari Anak Untuk Menyalahkan Orang Lain
Prediksi Arus Mudik Nataru Capai 119,5 Juta Jiwa, Kemenhub Siapkan Antisipasi