INSIBERNEWS - Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya memberikan klarifikasi langsung terkait polemik bandara di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang belakangan ramai dibicarakan publik.
Ramainya perdebatan muncul lantaran beredar anggapan bahwa fasilitas tersebut pernah diresmikan olehnya, padahal dianggap bermasalah karena tidak memiliki perangkat negara seperti bea cukai dan imigrasi.
Jokowi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan dirinya tidak pernah sekalipun meresmikan bandara yang berada dalam kawasan industri IMIP tersebut. Presiden hanya mengingat satu bandara yang pernah ia buka di Morowali—yakni Bandara Maleo—yang diresmikan sebagai fasilitas publik, bukan bandara swasta.
Baca Juga: Trump Wacanakan Pangkas Pajak Penghasilan Besar-Besaran, Klaim Negara Bisa Hidup dari Tarif
“Saya tidak pernah meresmikan bandara IMIP. Yang saya resmikan itu Bandara Maleo, masih di Morowali,” ujar Jokowi pada Sabtu (29/11/2025).
Meski tidak mengingat tahun persis peresmiannya, Jokowi menegaskan bahwa lokasi dan status Bandara Maleo sangat berbeda dengan bandara IMIP.
Bandara IMIP merupakan fasilitas internal yang dibangun oleh pihak swasta untuk menunjang mobilitas kawasan industri, sehingga tidak berada dalam kewenangan peresmian seorang presiden.
Baca Juga: BPKB Basah, STNK Hilang Diterjang Banjir? Begini Cara Mengurusnya Tanpa Ribet
Dalam kesempatan itu, nada bicara Jokowi terdengar sedikit kesal. Ia menyinggung bagaimana berbagai isu negatif kerap diarahkan kepadanya tanpa klarifikasi yang tepat.
“Semua hal yang tidak baik selalu ditarik ke saya,” ucapnya dengan ekspresi kecewa.
Polemik bandara IMIP sendiri mencuat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti keberadaan bandara tanpa perangkat negara, menyebutnya sebagai kondisi yang janggal. Pernyataan itu memantik diskusi luas, membuat publik mempertanyakan status legalitas dan fungsi bandara swasta dalam kawasan industri besar.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Cikampek: Truk Tabrak Belasan Kendaraan, 2 Nyawa Melayang!
Sejak itu, masyarakat ramai membandingkan bandara IMIP yang dikelola korporasi dengan Bandara Maleo yang dibangun pemerintah dan diresmikan pada 2018. Perbedaan fungsi, akses, dan status hukum kedua bandara menjadi bahan perdebatan di ruang publik.
Isu ini kian melebar hingga menyentuh aspek regulasi penerbangan, terutama soal aturan operasional bandara swasta, standar keamanan, serta perlunya kehadiran perangkat negara untuk mendukung fungsi penerbangan sipil.
Artikel Terkait
Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Motor, Rekan Ungkap Detik-Detik Kabar Muncul di Grup WA
Kecelakaan Beruntun di Cikampek: Truk Tabrak Belasan Kendaraan, 2 Nyawa Melayang!
Prabowo Kirim 17 Starlink ke Sumut untuk Pulihkan Komunikasi di Daerah Terisolasi Banjir dan Longsor
Prabowo Minta Pendidikan Lingkungan Diperkuat, Guru Diminta Tanamkan Kepedulian Sejak Dini
Kronologi Kecelakaan Tunggal Aktor Gary Iskak yang Hilang Kendali saat Kendarai Motor di Pesanggrahan
Polri Buka Posko Kemanusiaan, Ajak Warga Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Seluruh Indonesia
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: 'Jangan Korupsi Anggaran Pendidikan, Itu Hak Masa Depan Bangsa!'
BPKB Basah, STNK Hilang Diterjang Banjir? Begini Cara Mengurusnya Tanpa Ribet
Trump Wacanakan Pangkas Pajak Penghasilan Besar-Besaran, Klaim Negara Bisa Hidup dari Tarif
Belanja Pemerintah Tembus Rp1.109 T, Airlangga Sebut Dorong Laju Ekonomi di Akhir 2025