“Kami diminta memilih. Bisa gelar perkara khusus dulu, atau keterangan saksi dan ahli meringankan dulu,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, “Kami melihat ini bisa memangkas waktu. Kalau bisa dibuka lebih cepat lewat gelar perkara, kenapa harus bertaruh pada proses pengadilan yang panjang dan melelahkan?”
Ahmad juga menyebut gelar perkara dapat memperjelas kerangka pembuktian serta memastikan posisi hukum kliennya. Ia bahkan menyebut forum tersebut sebagai ‘kotak pandora’ yang berpotensi mengungkap struktur kasus secara lebih komprehensif, sehingga dapat menentukan apakah unsur pidana dalam tudingan tersebut benar-benar terpenuhi atau justru melemah.
Baca Juga: Banjir Parah di Sumatera, Hinca Desak Pemerintah Gerak Cepat Tetapkan Status Darurat
Di sisi lain, penyidik disebut sempat menawarkan dua opsi lanjutan kepada pihak Roy Suryo ketika mereka datang wajib lapor pada 27 November 2025.
Dua opsi itu—gelar perkara lebih dulu atau pemeriksaan saksi meringankan lebih dulu—sempat disorot Ahmad karena menunjukkan bahwa penyidikan masih membutuhkan sinkronisasi langkah. Kendati demikian, ia menilai pilihan gelar perkara khusus adalah keputusan paling tepat agar proses penyidikan tetap berada di jalur objektif, adil, dan efisien.
Dengan tahapan yang masih terus berkembang, publik kini menunggu keputusan resmi Polda Metro Jaya soal waktu gelar perkara. Keputusan itu diyakini akan menjadi penentu arah jalan panjang kasus ini—apakah akan bergerak cepat menuju tahap pembuktian, atau justru membuka babak baru yang lebih rumit dalam proses penyidikannya.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Dorong Lulusan SMK Masuk Program Magang Nasional
Jelang SEA Games 2025, 19 Pemain Timnas U-22 Indonesia Terbang ke Thailand, Indra Sjafri Bicara Soal Periodisasi Khusus
Dua Pemuda Penjarah Kotak Amal Masjid di Mampang Dibekuk dalam Waktu Kurang dari Sehari
Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Tetap Aman Meski Banjir Besar di Sumatera, Pemerintah Kirim Ribuan Ton Beras dan Minyak Goreng
IFG Bangun Kesadaran ESG bagi 400 Mahasiswa melalui Edukasi Keuangan Berkelanjutan
Dramatis! Momen Evakuasi Bayi Saat Bencana Banjir di Sibolga
KAI Prediksi Arus Penumpang Nataru Mulai Ramai 18 Desember, Puncaknya Jelang Natal dan Tahun Baru
Mendikdasmen Lapor ke Presiden, Tunjangan Guru Naik dan Bonus Sudah Ditransfer Langsung
Bela Profesi Guru, Presiden Prabowo: Orang Tua! Kalau Guru Keras, Jangan-jangan Anakmu yang Nakal
Soroti Pelajar yang Pertaruhkan Nyawa untuk Sekolah, Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan bagi Siswa Pelosok