INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) perlu mendapat ruang lebih besar dalam Program Magang Nasional. Usulan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Jumat (28/11), sebagai bagian dari upaya memperluas akses angkatan kerja muda ke dunia industri.
Purbaya menegaskan bahwa perhatian pemerintah selama ini lebih banyak terserap pada lulusan vokasi tingkat perguruan tinggi, sementara lulusan SMK—yang jumlahnya jauh lebih besar—perlu diposisikan sebagai sumber tenaga kerja terampil yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: MAKI Gugat KPK ke Praperadilan, Pertanyakan Mandeknya Kasus Suap Proyek Jalan Sumut
“Nanti kami akan coba usulkan ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk memikirkan yang lulusan SMK,” ujar Purbaya.
Menurutnya, pembukaan jalur magang bagi lulusan SMK dapat membantu mempercepat kesiapan mereka memasuki pasar kerja.
Ia menekankan bahwa persoalan utama bukan hanya pada penyediaan tenaga kerja, tetapi juga pada ketersediaan lapangan kerja yang memadai. Hal ini membuat pemerintah perlu bekerja dari dua sisi: memperkuat suplai tenaga terampil, sekaligus memastikan permintaan tenaga kerja tumbuh seiring perkembangan ekonomi.
Baca Juga: Sarankan SIM Berlaku Seumur Hidup, DPR Sebut Perpanjangan Hanya Membebani Publik
“Kalau ekonomi tumbuhnya kayak sekarang, ya susah,” kata Purbaya.
Ia berharap dengan percepatan kondisi ekonomi dalam beberapa tahun ke depan, lulusan SMK dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan yang sesuai kompetensi.
Purbaya juga membuka kemungkinan bahwa program magang untuk lulusan SMK bisa menjadi jembatan penting untuk menutup kesenjangan kompetensi antara pendidikan dan kebutuhan industri, terutama di sektor manufaktur, teknologi, hingga layanan teknis yang sangat membutuhkan tenaga siap pakai.
Menurutnya, keterlibatan lebih banyak perusahaan dalam menyerap lulusan SMK melalui program magang akan membantu memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Ia juga menegaskan perlunya kerja sama lintas kementerian agar desain Magang Nasional bisa lebih komprehensif, inklusif, dan menyentuh kelompok lulusan yang selama ini belum mendapat perhatian memadai.
Dengan usulan tersebut, pemerintah diharapkan dapat memastikan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga memiliki peluang yang lebih adil untuk memperoleh pengalaman profesional yang relevan dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Akhir Drama Tumbler Tuku Hilang, KAI dan Anita Jalani Mediasi, Saling Memaafkan
MAMA Awards 2025 Tetap Digelar di Hong Kong, Red Carpet Dibatalkan dan Acara Didedikasikan untuk Korban Kebakaran Tai Po
Dua Pria Palestina Tewas Setelah Diduga Sudah Menyerah, Israel Buka Penyelidikan atas Insiden di Jenin
Rekaman CCTV Rumah Terbongkar! Inara Rusli Resmi Laporkan Penyebarnya ke Bareskrim
BRI Peduli Bergerak Cepat Tanggap Bencana, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak di Wilayah Sumatera
Putri KW Bidik Trofi Indonesia Masters 2026, Siap Tebus Kegagalan Musim Lalu
KPK Periksa Tujuh Saksi di Jateng dan Bali Terkait Dugaan Suap Proyek Pengerukan Pelabuhan
Sarankan SIM Berlaku Seumur Hidup, DPR Sebut Perpanjangan Hanya Membebani Publik
Banjir Parah di Sumatera, Hinca Desak Pemerintah Gerak Cepat Tetapkan Status Darurat
MAKI Gugat KPK ke Praperadilan, Pertanyakan Mandeknya Kasus Suap Proyek Jalan Sumut