Banjir Parah di Sumatera, Hinca Desak Pemerintah Gerak Cepat Tetapkan Status Darurat

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 November 2025 | 15:54 WIB
Tangkapan layar kondisi banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah.  (Instagram/masinton)
Tangkapan layar kondisi banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah. (Instagram/masinton)

INSIBERNEWS - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, mendesak pemerintah pusat mengambil langkah luar biasa dengan menetapkan status tanggap bencana nasional. Seruan itu muncul setelah rangkaian cuaca ekstrem dan banjir besar menghantam sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Hinca, kondisi di lapangan sudah jauh melewati batas aman. Ia menilai pemerintah perlu bergerak cepat sebelum situasi semakin memburuk dan menelan lebih banyak korban maupun kerugian material.

Baca Juga: Sarankan SIM Berlaku Seumur Hidup, DPR Sebut Perpanjangan Hanya Membebani Publik

“Sudah banyak video beredar di media sosial yang bikin sesak dada. Air bah menyapu pemukiman, pohon tumbang ke badan jalan, jembatan runtuh, kota gelap akibat listrik padam,” ucapnya dalam diskusi “Bersatu Siapkan Langkah Antisipasi Potensi Bencana Alam” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Hinca mengatakan situasi tersebut bukan sekadar bencana tahunan, melainkan krisis yang membutuhkan respon cepat lintas lembaga. Ia menyebut banyak daerah kini terisolasi karena akses jalan terputus dan jaringan komunikasi terganggu.

Menurutnya, penetapan status tanggap bencana oleh Presiden Prabowo Subianto dapat mempercepat mobilisasi bantuan, termasuk pengerahan personel tambahan, pendistribusian logistik, hingga pemulihan fasilitas publik yang lumpuh akibat banjir besar.

Baca Juga: Putri KW Bidik Trofi Indonesia Masters 2026, Siap Tebus Kegagalan Musim Lalu

Pria asal Sumatera Utara itu juga mengungkapkan bahwa selama tiga hari terakhir ia terus memantau kondisi lewat jaringan keluarga, komunitas, dan relawan di Toba Raya, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Medan. Informasi yang masuk, katanya, menunjukkan situasi yang sangat memprihatinkan.

Di beberapa daerah, warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi darurat dengan fasilitas seadanya. Sejumlah rumah rusak berat, kendaraan terseret arus, dan sebagian wilayah masih terendam tanpa kepastian kapan air akan surut.

Hinca menilai langkah cepat pemerintah tidak hanya penting untuk penyelamatan warga saat ini, tetapi juga menentukan fase pemulihan pascabencana. Ia meminta kementerian terkait, BNPB, serta pemerintah daerah untuk bersinergi dan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

Baca Juga: Dua Pria Palestina Tewas Setelah Diduga Sudah Menyerah, Israel Buka Penyelidikan atas Insiden di Jenin

Ia juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga mitigasi perlu diperkuat. Menurutnya, penanganan tidak boleh bersifat reaktif semata, melainkan harus berbasis data dan antisipasi yang terukur.

Dengan kondisi yang semakin menekan, Hinca berharap pemerintah bisa menunjukkan kesigapan penuh agar masyarakat yang terkena dampak tak merasa ditinggalkan.

“Ini soal kemanusiaan,” ujarnya. “Saat bencana datang, negara harus hadir tanpa menunggu.”***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X