INSIBERNEWS - Kepolisian akhirnya membuka secara terang benderang motif di balik tewasnya Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang sempat hilang dan belakangan ditemukan meninggal dunia. Alvaro diduga dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar, yang ternyata menyimpan rasa cemburu dan dendam terhadap ibu kandung korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa motif yang mendorong Alex melakukan aksinya bukan sekadar tindakan spontan. Ia menyebut ada konflik rumah tangga yang cukup panjang di balik peristiwa ini.
Baca Juga: Kronologi Kematian Alex Iskandar di Polres Jaksel, Terduga Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Alvaro
“Motif penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro dilakukan karena terlapor merasa dendam terhadap ibu kandung korban. Ada kecemburuan yang memicu dorongan emosional,” ujarnya.
Menurut penyidik, Alex merasa terluka dan marah setelah mengetahui istrinya menjalin hubungan dengan pria lain. Situasi itu membuat Alex merasa dikhianati dan memunculkan dorongan balas dendam yang akhirnya dilampiaskan secara salah.
Rasa cemburu itu disebut makin memuncak ketika Arum, ibu Alvaro, tetap memutuskan berangkat ke Malaysia meski sudah dilarang oleh Alex. Keputusan tersebut diduga memperburuk emosi Alex hingga ia kehilangan kendali.
Baca Juga: TNI Siap Kawal Kilang Minyak BUMN: Menhan Tegaskan Langkah Pengamanan Energi Nasional
Pihak keluarga sebelumnya juga mengungkap bahwa hubungan rumah tangga Alex dan Arum memang tegang dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menyebut Alex kerap menunjukkan sikap posesif, terutama setelah kecurigaan perselingkuhan muncul.
Dalam pemeriksaan, polisi menemukan bahwa Alex sempat merencanakan aksinya dengan membawa Alvaro keluar rumah. Alvaro kemudian disebut mengalami kondisi darurat selama dalam kendali ayah tirinya sebelum ditemukan meninggal beberapa waktu kemudian.
Baca Juga: Padahal Unggul Jumlah Pemain, MU Tetap Kalah Lawan Everton di Old Trafford dengan Skor 0-1
Motif cemburu ini menjadi salah satu titik terang yang menguatkan rangkaian peristiwa sejak bocah itu dilaporkan hilang. Polisi masih melengkapi berkas perkara dan menelusuri bukti tambahan untuk mengetahui detail langkah Alex sebelum peristiwa terjadi.
Kepolisian juga terus menggali keterangan saksi dan memeriksa jejak komunikasi pelaku guna memahami dinamika emosional yang mendorong tindakan tersebut. Penyidik menilai kasus ini merupakan kombinasi antara konflik keluarga, tekanan emosional, dan keputusan salah yang berujung fatal.
Kasus kematian Alvaro kini memasuki tahap akhir penyidikan. Polisi menegaskan bahwa seluruh temuan akan dipaparkan secara lengkap demi memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan masyarakat. ***
Artikel Terkait
Tak Hanya Soal Pajak, MUI Sarankan Koperasi Merah Putih Syariah di Munas
Padahal Unggul Jumlah Pemain, MU Tetap Kalah Lawan Everton di Old Trafford dengan Skor 0-1
3 Miliar Ton Sumber Daya Baru Ditemukan! Freeport Buka Peluang Perpanjang Tambang di Papua
Tiga WNA Nigeria Diamankan di Jakpus, Diduga Terlibat Online Scam dan Langgar Izin Tinggal
Miris! Lagi-lagi Gegara Bullying, Siswa SDN 108 Pekanbaru Kelas 5 Meninggal Dunia usai Dirundung Berulang
Soroti Keluhan terkait PBB, DJP Siap Diskusi Bareng MUI soal Fatwa Pajak Berkeadilan
TNI Siap Kawal Kilang Minyak BUMN: Menhan Tegaskan Langkah Pengamanan Energi Nasional
Terobosan di 2026, Prabowo Ungkap Perbaikan Sekolah Bisa Diajukan Secara Online ke Pemerintah
Kebakaran Hebat Guncang Pabrik Tekstil di Jababeka, Asap Hitam Menyelimuti Langit Cikarang
Kronologi Kematian Alex Iskandar di Polres Jaksel, Terduga Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Alvaro