Waduh! Mentan Amran Kena Sentil Titiek Soeharto soal Impor Kedelai, DPR Minta Produksi Kedelai Jadi Prioritas

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 25 November 2025 | 08:57 WIB
Ilustrasi kedelai, Titiek Soeharto minta Kementan untuk swasembada kedelai.  (Unsplash/Daniela Paola)
Ilustrasi kedelai, Titiek Soeharto minta Kementan untuk swasembada kedelai. (Unsplash/Daniela Paola)

INSIBERNEWS - Tingginya aktivitas impor kedelai yang masih dilakukan oleh pemerintah menuai sorotan tajam dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto.

Titiek menyebut masyarakat Indonesia banyak mengonsumsi olahan hasil kedelai seperti tempe dan tahu, menyayangkan bahan bakunya masih impor.

Dalam rapat kerja (Raker) DPR bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) di kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin (24/11/2025) kemarin, Titiek menyatakan bahwa seharusnya pemerintah memasukkan kedelai sebagai produk komoditas prioritas di Indonesia.

Baca Juga: Operator SPBU Swasta Mulai Ambil BBM Impor Lewat Pertamina, Shell Siap Kirim Kargo Akhir Bulan

“Kita bangsa pemakan tahu tempe, mestinya kedelai jadi prioritas,” ujar Titiek dalam rapat yang dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman itu.

“Kebutuhan kedelai 2,9 juta ton per tahun, produksi kita cuma 300 ribu, 350 ribu, 400 ribu ton. Impor kita 2,6 juta ton, banyak sekali. Kalau dirupiahin berapa tuh? Banyak sekali, triliunan ya pak,” lanjutnya.

Meski begitu, Titiek juga menyampaikan apresiasinya pada kinerja Kementan yang berhasil mencapai swasembada beras.

Baca Juga: MUI Desak Pemerintah dan DPR untuk Evaluasi Aturan Lewat Fatwa Terbaru

Namun, menurutnya tak cukup karena kebutuhan kedelai dalam negeri pun cukup tinggi.

“Kami mengapresiasi Kementerian Pertanian sudah bisa swasembada beras, kemudian sudah swasembada jagung, tolong ke depan juga swasembada kedelai,” ujar putri ke-4 Presiden Soeharto itu.

Titiek juga mengingatkan Amran tentang program pemerintah dari Perum Bulog bernama Pajale, yang fokus pada komoditas utama yaitu padi, jagung, dan kedelai.

Baca Juga: Ogah Legalkan Thrifting, Mendag Soroti Kontroversi Balpress Ilegal: Dilarang Bukan karena Tak Bayar Pajak

“Dulu bapak punya program Pajale, coba dihidupkan kembali, supaya ke depan jangan impor 2,6 juta (ton) itu. Malu pak, kita makan tempe tahu, impor kedelai segitu,” tuturnya lagi.

Mentan Amran Ungkap Kementan Punya Program Tanami Lahan Kedelai
Amran lantas memberikan respons bahwa saat ini Kementan sudah memiliki program untuk menanam kedelai.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X