INSIBERNEWS - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menutup seluruh spekulasi mengenai kemungkinan pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Setelah beberapa hari terakhir isu ini berkembang liar, pertemuan para kiai pada Minggu (23/11) malam memastikan tidak ada perubahan kepemimpinan hingga Muktamar berikutnya.
Silaturahim para alim ulama yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, berlangsung cukup hangat namun tetap cair. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bulat bahwa roda organisasi akan tetap berjalan sesuai masa khidmat yang berlaku, yakni hingga Muktamar sekitar satu tahun mendatang.
Baca Juga: Pelanggaran Gencatan Senjata Membengkak, Gaza Laporkan Hampir 500 Insiden dalam 44 Hari
Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, menegaskan bahwa keputusan tersebut disepakati secara mufakat. Ia menyebut para ulama tidak menemukan alasan yang cukup kuat untuk melakukan pergantian kepemimpinan di tengah jalan.
“Para kiai mencapai kesepakatan tanpa dissenting opinion,” ujar Said Asrori, menandai bahwa tak ada satu pun suara berbeda dalam forum tersebut.
Pertemuan itu dihadiri tidak kurang dari 50 ulama dari berbagai daerah, termasuk beberapa tokoh berpengaruh yang selama ini menjadi rujukan dalam dinamika internal NU. Kehadiran mereka memperkuat legitimasi keputusan yang diambil malam itu.
Selain membahas soal kepemimpinan, para kiai juga sepakat bahwa ketegangan yang sempat mencuat perlu segera diurai melalui komunikasi yang lebih terbuka. Karena itu, mereka mendorong penyelenggaraan silaturahim yang lebih luas dalam waktu dekat.
Para ulama menilai forum yang lebih besar tersebut dibutuhkan untuk merawat islahul, yakni upaya memperbaiki dan menyatukan kembali pandangan di tengah polemik yang berkembang belakangan ini. Langkah ini dianggap penting agar organisasi tetap solid menjelang agenda-agenda besar.
Beberapa kiai yang hadir juga mengingatkan bahwa dinamika internal adalah hal wajar dalam organisasi sebesar NU, namun harus dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Mereka menekankan pentingnya menjaga kewibawaan lembaga dan menghindari spekulasi yang dapat memecah belah jamaah.
Baca Juga: Pemerintah Tancap Gas Siapkan Pasokan Pangan untuk 82,9 Juta Penerima Program MBG 2026
Dengan kesepakatan tersebut, PBNU berharap suasana kembali kondusif dan fokus organisasi bisa diarahkan pada program pelayanan umat. Para kiai pun menyerukan agar seluruh pihak menghentikan rumor-rumor yang tidak berdasar demi menjaga harmoni di lingkungan Nahdlatul Ulama.***
Artikel Terkait
Tips Cerdas Atur Uang Biar Liburan Akhir Tahun Tetap Seru Tanpa Boncos
BRI Perkuat Segmen Konsumer dan Layanan Bank Emas
Utang Pemerintah Diprediksi Tembus Rp9.600 Triliun di Akhir 2025, Ekonom Soroti Dampak Pelemahan Rupiah
Meta Siap Terjun ke Bisnis Perdagangan Listrik demi Kejar Kebutuhan Energi Pusat Data
Dirasa Tak Adil, MUI Keluarkan Fatwa soal Pajak Sembako dan Rumah
Tragis! Pencuri Kabel Tewas Tersengat Listrik di Kolong Jembatan Sunter, Polisi: Bawa Golok hingga Linggis
Pemerintah Tancap Gas Siapkan Pasokan Pangan untuk 82,9 Juta Penerima Program MBG 2026
Noda Ingatkan Takaichi: Jangan Biarkan Hubungan Jepang–Tiongkok Makin Panas
Tak Semenyeramkan Kata Orang, Raffi Ahmad Ceritakan Kondisi Nyata di Lapas Nusakambangan Tempat Ammar Zoni
Pelanggaran Gencatan Senjata Membengkak, Gaza Laporkan Hampir 500 Insiden dalam 44 Hari