NU Tegaskan Tak Ada Pemakzulan, Kepemimpinan Gus Yahya Tetap Berjalan hingga Muktamar

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 24 November 2025 | 12:02 WIB
Gus Yahya Tetap Menjabat Sebagai Ketum PBNU (Uni gadjah mada)
Gus Yahya Tetap Menjabat Sebagai Ketum PBNU (Uni gadjah mada)

INSIBERNEWS - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menutup seluruh spekulasi mengenai kemungkinan pemakzulan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Setelah beberapa hari terakhir isu ini berkembang liar, pertemuan para kiai pada Minggu (23/11) malam memastikan tidak ada perubahan kepemimpinan hingga Muktamar berikutnya.

Silaturahim para alim ulama yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, berlangsung cukup hangat namun tetap cair. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bulat bahwa roda organisasi akan tetap berjalan sesuai masa khidmat yang berlaku, yakni hingga Muktamar sekitar satu tahun mendatang.

Baca Juga: Pelanggaran Gencatan Senjata Membengkak, Gaza Laporkan Hampir 500 Insiden dalam 44 Hari

Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, menegaskan bahwa keputusan tersebut disepakati secara mufakat. Ia menyebut para ulama tidak menemukan alasan yang cukup kuat untuk melakukan pergantian kepemimpinan di tengah jalan.

“Para kiai mencapai kesepakatan tanpa dissenting opinion,” ujar Said Asrori, menandai bahwa tak ada satu pun suara berbeda dalam forum tersebut.

Pertemuan itu dihadiri tidak kurang dari 50 ulama dari berbagai daerah, termasuk beberapa tokoh berpengaruh yang selama ini menjadi rujukan dalam dinamika internal NU. Kehadiran mereka memperkuat legitimasi keputusan yang diambil malam itu.

Baca Juga: Tak Semenyeramkan Kata Orang, Raffi Ahmad Ceritakan Kondisi Nyata di Lapas Nusakambangan Tempat Ammar Zoni

Selain membahas soal kepemimpinan, para kiai juga sepakat bahwa ketegangan yang sempat mencuat perlu segera diurai melalui komunikasi yang lebih terbuka. Karena itu, mereka mendorong penyelenggaraan silaturahim yang lebih luas dalam waktu dekat.

Para ulama menilai forum yang lebih besar tersebut dibutuhkan untuk merawat islahul, yakni upaya memperbaiki dan menyatukan kembali pandangan di tengah polemik yang berkembang belakangan ini. Langkah ini dianggap penting agar organisasi tetap solid menjelang agenda-agenda besar.

Beberapa kiai yang hadir juga mengingatkan bahwa dinamika internal adalah hal wajar dalam organisasi sebesar NU, namun harus dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Mereka menekankan pentingnya menjaga kewibawaan lembaga dan menghindari spekulasi yang dapat memecah belah jamaah.

Baca Juga: Pemerintah Tancap Gas Siapkan Pasokan Pangan untuk 82,9 Juta Penerima Program MBG 2026

Dengan kesepakatan tersebut, PBNU berharap suasana kembali kondusif dan fokus organisasi bisa diarahkan pada program pelayanan umat. Para kiai pun menyerukan agar seluruh pihak menghentikan rumor-rumor yang tidak berdasar demi menjaga harmoni di lingkungan Nahdlatul Ulama.***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X