INSIBERNEWS - Situasi mencekam terjadi di Desa Cimara Hilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ketika seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba mengamuk dan menyerang warga dengan sebilah golok pada Senin siang. Insiden itu membuat lima orang mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Empat korban dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan kondisi luka serius di bagian kepala, bahu, dan leher. Sedangkan satu korban lainnya dibawa ke RSUD Cianjur karena luka yang tidak kalah parah. Seluruh korban masih menjalani tindakan medis lanjutan.
Baca Juga: Redenominasi Rupiah Makin Ramai Dibahas, Publik Khawatir Soal Efek Psikologis
Pelaku diketahui bernama Deni Supriyani, warga setempat yang disebut telah lama menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan. Menurut keterangan warga, aksi brutal itu dipicu setelah pelaku berselisih dengan orang tuanya di rumah sebelum akhirnya membawa golok dan keluar mengamuk.
Awalnya, Deni berniat melukai ayahnya, namun gagal. Dalam kondisi kalap, ia kemudian menyerang siapa pun yang berada di dekatnya tanpa melihat siapa yang menjadi sasaran. Sebagian warga yang tidak mengetahui kejadian itu terkena serangan mendadak.
Baca Juga: Timnas CP Indonesia Kunci Tiket Semifinal Usai Tumbangkan Jepang dalam Laga Menegangkan
Salah satu korban, Nia, mengaku tidak sempat menghindar saat pelaku tiba-tiba mengayunkan golok ke arahnya.
“Saya lagi nanjak di gang, tiba-tiba orang gilanya langsung ngebacok pakai golok ke sini,” ujarnya sambil menunjuk bahunya.
Warga yang mendengar teriakan minta tolong langsung berhamburan keluar rumah. Pelaku sempat mencoba melarikan diri ke arah lahan perkebunan, namun berhasil ditangkap puluhan warga yang kemudian mengepung dan melumpuhkannya.
Baca Juga: Park Bom Bikin Heboh Lagi, Unggah Kolase Foto Bareng Lee Min Ho yang Bikin Fans Terbelalak
Setelah diamankan warga, pelaku diserahkan ke Mapolsek Maniis untuk pemeriksaan awal. Melihat kondisi kejiwaan pelaku yang tidak stabil, polisi akhirnya memutuskan mengirimnya ke rumah sakit jiwa di Cisarua, Bandung, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan keluarga pelaku untuk memastikan latar belakang kejadian, termasuk catatan medis terkait gangguan kejiwaan pelaku selama ini.
Aparat desa dan kepolisian juga mengimbau warga tetap waspada, namun tidak panik, sambil menunggu proses penanganan resmi dari pihak berwenang.
Baca Juga: Saut Situmorang Soroti Inkonsistensi KPK dan Nilai-Nilai yang Mulai Memudar
Artikel Terkait
Sempat Koma Sebelum Meninggal Dunia, Wakil Wali Kota Tangsel Janji Usut Tuntas Dugaan Kasus Bullying di SMPN 19
Perkuat Pertahanan Laut, Pemerintah Berencana Produksi Massal KSOT Mulai 2026
RI Siap Produksi Massal KSOT, Begini Perbandingannya dengan AS, Rusia, hingga China
GEGANA! Polisi Amankan Direktur dan Komisaris Perusahaan di Gudang 42.000 Liter BBM Ilegal: Skandal Terbesar di Babel?
Pemerintah Pastikan Harga Beras Tak Melambung Jelang Nataru 2026
Saut Situmorang Soroti Inkonsistensi KPK dan Nilai-Nilai yang Mulai Memudar
Park Bom Bikin Heboh Lagi, Unggah Kolase Foto Bareng Lee Min Ho yang Bikin Fans Terbelalak
Jelang Coachella 2026, Justin Bieber Nekat Tetap Latihan Meski Cedera Tulang Rusuk Gegara Onewheel
Timnas CP Indonesia Kunci Tiket Semifinal Usai Tumbangkan Jepang dalam Laga Menegangkan
Redenominasi Rupiah Makin Ramai Dibahas, Publik Khawatir Soal Efek Psikologis