INSIBERNEWS - Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan lereng Gunung Semeru, tepatnya di Jalan Raya Desa Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (11/11) petang. Sebuah truk Fuso bermuatan kayu kehilangan kendali karena diduga mengalami rem blong, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi N-9858-UZ melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi.
Saat menuruni jalan menanjak, pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan setelah sistem pengereman gagal berfungsi.
"Hasil analisa sementara, pengemudi kurang waspada dan gagal mengontrol kendaraan ketika remnya blong. Hal itu menyebabkan truk menabrak kendaraan lain dan rumah warga di tepi jalan," ujar Dendy, Rabu (12/11).
Kecelakaan itu bermula ketika truk Fuso menghantam bagian belakang truk Isuzu yang berada di depannya. Tak berhenti di situ, kendaraan berat tersebut terus melaju hingga menabrak sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi N-3393-ZG yang datang dari arah berlawanan. Benturan keras membuat pengendara motor terlempar dan truk akhirnya menabrak rumah warga di tepi jalan.
Baca Juga: Prabowo Tinjau Kapal HMAS Canberra, Simbol Eratnya Persahabatan Pertahanan Indonesia–Australia
Akibat peristiwa itu, pengendara motor bernama Rika Umami (39), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro, meninggal dunia di tempat. Tubuhnya ditemukan tidak jauh dari lokasi tabrakan dengan kondisi mengenaskan.
Sementara itu, empat orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk sopir truk Fuso, M. Ali Yusuf, yang langsung dilarikan ke RSUD Pasirian Lumajang untuk mendapatkan perawatan intensif. Sopir truk Isuzu, Jumat Hartono, mengalami luka ringan dan dibawa ke Puskesmas Candipuro. Dua korban lainnya, yakni pengendara motor Supardi dan warga yang berada di rumah yang tertabrak truk, juga menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Dendy menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengemudi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan kelalaian sopir dan kondisi kendaraan yang tidak layak jalan.
"Truk akan kami lakukan uji forensik kendaraan untuk memastikan apakah benar terjadi kegagalan sistem pengereman atau ada faktor lain seperti kelelahan pengemudi," jelas Dendy.
Baca Juga: Tragis! Petugas Air Mancur Patung Kuda Tewas Diduga Tersetrum Saat Bekerja
Polisi juga mengimbau kepada para sopir angkutan barang agar selalu melakukan pengecekan kondisi kendaraan sebelum berangkat, terutama pada jalur menanjak dan menurun seperti di wilayah Candipuro yang dikenal curam dan berkelok.
Artikel Terkait
Viral Nasabah Bank Konvesional Nangis Histeris, Tabungannya 200 Juta Lenyap Dari ATM
Prabowo Tegaskan Indonesia dan Australia Harus Jadi Tetangga yang Saling Menguatkan
Prabowo dan PM Australia Sepakati Perjanjian Keamanan Baru, Tanda Era Baru Hubungan Strategis Dua Negara
Thrifting Barang Impor Bisa Bikin Industri Lokal Kembang Kempis, Kemenperin Angkat Suara!
Bertemu PM Australia Albanese, Prabowo Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia dan Australia
Ronaldo Akui Piala Dunia 2026 Akan Jadi Panggung Terakhirnya Bersama Portugal
Tragis! Petugas Air Mancur Patung Kuda Tewas Diduga Tersetrum Saat Bekerja
Tagih Janji Pemerintah, Orang Tua Pertanyakan Soal Tanggungan Biaya Pengobatan Korban Ledakan SMAN 72
Prabowo Tinjau Kapal HMAS Canberra, Simbol Eratnya Persahabatan Pertahanan Indonesia–Australia
Dedy Tabrani Dorong Konsep Self Policing Diajarkan Sejak Dini, Agar Keluarga Lebih Aman dan Tanggap Bahaya