Menurut Ateng, Indonesia perlu belajar dari berbagai daerah yang mengalami krisis air karena lemahnya pengaturan izin eksploitasi.
Baca Juga: Layanan Microsoft Azure Sempat Lumpuh Global, Gangguan DNS Picu Kekacauan Digital
“Jangan sampai kita baru bertindak setelah sumber air mengering. Industri boleh tumbuh, tapi jangan sampai mengorbankan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan air bersih,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran publik akan isu lingkungan dan air bersih, Ateng menilai keterbukaan dan tanggung jawab perusahaan menjadi kunci.
Ia berharap persoalan ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah dan dunia industri untuk memperbaiki tata kelola air tanah secara berkelanjutan — bukan hanya demi bisnis, tapi juga demi masa depan sumber daya air Indonesia.***
Artikel Terkait
PPATK Bongkar Perputaran Uang Judi Online Nyaris Capai Rp1000 Triliun, Puluhan Ribu ASN Terlibat
TRAGIS! Diduga Gegara Tak Dengar Klakson, Purnawirawan TNI 85 Tahun Tewas Disambar Kereta
Rest in Peace, Ayahanda YouTuber Jerome Polin Meninggal Dunia
Pertanyakan soal Bunga Pinjaman Proyek Whoosh dari China yang Lebih Mahal dari Jepang, Pengamat: Kenapa Kemahalan Tetap Dipilih?
DEDE' Satpol PP Bukan Orang Sembarangan: Dipanggil Pramono Gegara Jago Bahasa Inggris Pasih
Harvey Moeis Resmi Jalani Hukuman 20 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Timah, Dieksekusi ke Lapas Cibinong
Layanan Microsoft Azure Sempat Lumpuh Global, Gangguan DNS Picu Kekacauan Digital
Ratusan Siswa Menjadi Korban Keracunan MBG di Gunungkidul, Bupati Tinjau Kebersihan Dapur SPPG
Pemkab Bantul Telusuri Dugaan Perdagangan Daging Anjing, Satpol PP Siap Turun ke Lapangan
Prediksi Cuaca Hari Ini: Pagi hingga Siang Berawan, Sore Berpotensi Hujan Ringan