INSIBERNEWS - Kabar duka datang dari Kabupaten Sukabumi. Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya, Kecamatan Cikembar, Selasa (28/10/2025) malam. Peristiwa ini sontak menghebohkan warga sekitar dan menjadi perbincangan di media sosial.
Korban ditemukan pertama kali oleh keluarganya dalam kondisi sudah tidak bernyawa di pintu kamar rumah. Pihak keluarga yang panik segera melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar dan aparat kepolisian setempat. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa kondisi korban.
Baca Juga: Demo Guru di Sekitar Monas Hari ini, Polisi Tutup Jalan Medan Merdeka Selatan Sementara
Kepala Sekolah MTsN 3 Kabupaten Sukabumi, Wawan Setiawan, mengaku sangat terkejut dengan kabar tersebut. Menurutnya, korban dikenal sebagai siswi berprestasi, aktif dalam kegiatan sekolah, dan memiliki kepribadian yang baik.
“Anak ini termasuk siswa yang rajin dan sopan. Kami sama sekali tidak menyangka. Di sekolah dia terlihat seperti biasa, tidak menunjukkan tanda-tanda sedang punya masalah,” ujar Wawan saat ditemui, Rabu (29/10).
Ia menuturkan, pada hari kejadian, korban masih mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda di sekolah. Setelahnya, korban sempat mengeluh sakit perut dan meminta izin pulang lebih awal kepada gurunya.
Baca Juga: Target Juara Umum, Tim Para-Badminton Indonesia Siap Gemparkan Solo
“Dia datang ke kantor guru, bilang perutnya sakit. Kami izinkan pulang dan bahkan sempat diantar oleh temannya. Sekitar pukul lima sore, dia sempat kirim pesan ke wali kelas, bilang mau istirahat karena masih sakit perut,” jelasnya.
Namun tak lama kemudian, kabar mengejutkan justru datang di malam hari. Korban ditemukan sudah meninggal dunia di rumahnya. Lebih memilukan lagi, siswi tersebut meninggalkan surat tulisan tangan yang berisi permintaan maaf kepada orang tuanya dan keluh kesah tentang perasaannya di sekolah.
Baca Juga: Tim Voli Putri U-18 Indonesia Raih Perak Setelah Duel Sengit Lima Set Lawan Iran di AYG 2025
Dalam surat itu, korban menyebut dirinya merasa tersisih dan kecewa terhadap beberapa teman sekelasnya. Ia juga menulis keinginan untuk pindah sekolah agar bisa memulai kembali di lingkungan yang baru. Surat tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban sebelum melakukan langkah lebih lanjut.
Baca Juga: Inter Milan Gasak Fiorentina 3-0 di Giuseppe Meazza, Calhanoglu Jadi Bintang Lapangan
“Informasinya, keluarga akan melapor ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Saat ini kami masih menunggu proses tersebut untuk melakukan penyelidikan,” ujar Hartono singkat.
Artikel Terkait
EKSKLUSIF! Klaim 'Koboi' Menkeu Purbaya: Bukan Sekadar Juru Bicara, Tapi 'Tangan Kanan' Inti Presiden Prabowo?
Prediksi Cuaca Hari Ini di Wilayah Jabodetabek, Sedia Payung untuk Sore Hari!
Pertalite Dikeluhkan Bikin Motor Brebet di Jawa Timur: Pemerintah Turun Tangan, Pertamina Lakukan Investigasi
AS dan Korea Selatan Sepakat Kurangi Tarif dan Perkuat Investasi, Tanda Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Dua Negara
Dolar AS Bergerak Fluktuatif Usai The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga, Pasar Masih Menunggu Sinyal Kebijakan Lanjutan
PBB Kecam Serangan Udara Israel di Gaza, Sebut Banyak Anak Jadi Korban
Inter Milan Gasak Fiorentina 3-0 di Giuseppe Meazza, Calhanoglu Jadi Bintang Lapangan
Tim Voli Putri U-18 Indonesia Raih Perak Setelah Duel Sengit Lima Set Lawan Iran di AYG 2025
Target Juara Umum, Tim Para-Badminton Indonesia Siap Gemparkan Solo
Demo Guru di Sekitar Monas Hari ini, Polisi Tutup Jalan Medan Merdeka Selatan Sementara