INSIBERNEWS — Polisi resmi menaikkan status penanganan kasus kebakaran kapal MT Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Batam, dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
Langkah ini diambil setelah penyidik Satresnarkoba Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, menemukan dugaan kuat adanya unsur pidana dalam peristiwa tragis yang menewaskan 14 pekerja dan melukai 17 lainnya.
Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier, Rumah Tangga di Ujung Tanduk
Peristiwa kebakaran kapal tersebut terjadi saat proses perbaikan kapal di galangan, dan menjadi salah satu insiden industri terbesar di Batam tahun ini.
Polisi kini fokus mengusut pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan kerja tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian yang menyebabkan banyak korban jiwa.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin membenarkan bahwa kasus ini telah naik ke tahap penyidikan. Ia menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami bukti dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) Riau untuk memastikan penyebab utama ledakan dan kebakaran di kapal MT Federal II.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Kritik Itu Vitamin Demokrasi, Pemimpin Jangan Takut Dikoreksi!
“Proses penyidikan masih berjalan. Kami belum menetapkan tersangka karena menunggu hasil Labfor untuk memastikan kronologi teknis dan sumber api awal,” kata Asep di Mapolda Kepri, Rabu (29/10).
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menyebut hingga kini pihaknya telah memeriksa 43 saksi dari berbagai latar belakang.
Para saksi tersebut terdiri dari manajemen PT ASL Marine Shipyard, kontraktor utama, subkontraktor, serta pejabat Dinas Ketenagakerjaan yang berkaitan dengan keselamatan kerja.
“Kami masih terus mengumpulkan keterangan dan dokumen yang relevan. Fokus kami saat ini memastikan penyebab pasti dan siapa yang paling bertanggung jawab dalam tragedi ini,” ujar Debby.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga menelusuri kelengkapan standar keselamatan kerja di lokasi galangan. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan pelanggaran prosedur keamanan saat pengerjaan perbaikan di dalam tangki kapal, tempat api pertama kali muncul.
Beberapa saksi menyebut terdengar suara ledakan sebelum api cepat membesar dan melalap bagian dalam kapal.
Artikel Terkait
Sempat Klaim Dirinya Sebagai Perpanjangan Tangan Presiden, Pengamat Ungkap Menkeu Purbaya Masuk Kelompok Inti Prabowo
Soroti Deretan Orang Penting Prabowo, Pengamat Sebut Kabinet Merah Putih Diisi 3 Kelompok Ini
Musnahkan 214 Ton Narkoba, Presiden Prabowo Soroti Modus Baru Kartel Narkoba
Masih Lewat Rehabilitasi, Presiden Prabowo Bandingkan Penanganan Narkoba RI dengan Negara Lain yang Langsung Tembak di Tempat
Presiden Prabowo Tekankan 3 Tugas Utama Polri: Pemberantasan Narkoba, Penyelundupan, dan Judi Online
Untuk Masa Depan bangsa yang Lebih Baik, Prabowo: Hasil Penghematan dan Penyitaan akan Diinvestasikan untuk Pendidikan
Kemlu Berhasil Pulangkan 26 WNI Korban Online Scam di Myanmar ke RI, Polisi Segera Selidiki Dugaan TPPO
Prabowo Ajak Bangsa Tetap Kompak: 'Beda Boleh, Tapi Kita Satu Keluarga Indonesia'
Prabowo Tegaskan Kritik Itu Vitamin Demokrasi, Pemimpin Jangan Takut Dikoreksi!
Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier, Rumah Tangga di Ujung Tanduk