Masih Lewat Rehabilitasi, Presiden Prabowo Bandingkan Penanganan Narkoba RI dengan Negara Lain yang Langsung Tembak di Tempat

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:11 WIB
Prabowo Pimpin Pemusnahan 214 Ton Narkoba (Foto : Dok/Polri)
Prabowo Pimpin Pemusnahan 214 Ton Narkoba (Foto : Dok/Polri)

INSIBERNEWS - Dalam acara pemusnahan 214,82 ton narkoba di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Presiden Prabowo menyoroti tentang peredaran narkoba melalui jalur laut menggunakan kapal.

Dalam usaha penyelidikan, polisi banyak menyisir pelabuhan-pelabuhan tikus untuk mencegah penyelundupan narkoba.

Prabowo kemudian membeberkan cerita tentang kapal merapat ke darat pukul 01.00 dini hari dan menyebutnya memiliki niat terselubung yang tidak baik.

Baca Juga: Dampak Pencemaran Sampah, Warga Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Alami Krisis Air Bersih

“Sehingga rakyat nanti yang jadi mata dan telinga. Rakyat yang lapor ke kepala desa, ‘Pak, tadi malam jam 1 ada perahu yang merapat, kapal yang merapat’. Enggak ada kapal mau mendarat jam 1 malam di pantai yang sunyi, niatnya sudah pasti brengsek,” kata Prabowo pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Menurutnya, kapal akan berani mendarat di waktu yang masih terang jika tak menyembunyikan sesuatu yang melanggar aturan.

“Ini masalah di seluruh dunia. Bahkan sekarang ada modus si kartel narkoba punya kapal selam. Dia punya kapal selam,” imbuhnya.

Baca Juga: Ramai Soal Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Ketua KPK: Saya Belum Cek

Prabowo kemudian mengapresiasi kerja Polri yang terus memburu para kartel dan pengedar narkoba.

“Anda sudah mencegah tersebarnya narkoba yang sedemikian besar walaupun kita bisa bayangkan bahwa kartel-kartel itu tidak akan mau kalah,” sambungnya.

PR Rehabilitasi Pengguna Narkoba
Selain soal kartel, Prabowo juga menyebut soal sistem rehabilitasi di Indonesia.

Baca Juga: Ogah Terapkan Burden Sharing, Menkeu Purbaya: Semaksimal Mungkin Tak akan Pakai

Ketua Umum Partai Gerindra ini turut membandingkan dengan negara lain yang mengambil tindakan tegas, tak segan untuk tembak di tempat.

“Ada presiden-presiden negara lain yang ambil tindakan drastis, dia nembak di tempat siapapun yang pegang narkoba, akibatnya anak-anak yang mungkin korban malah ditembak mati,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X