INSIBERNEWS - Stasiun televisi publik milik pemerintah Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), menjadi sorotan setelah komentatornya melakukan kesalahan fatal dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur.
Dalam momen yang disiarkan ke seluruh kawasan Asia Tenggara itu, komentator RTM salah menyebut Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebagai Joko Widodo.
Insiden ini terjadi saat kamera menyorot delegasi Indonesia yang hadir dalam sesi pembukaan KTT ASEAN. Komentator yang bertugas tampak keliru saat menyebut nama Presiden RI, dan hal itu dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial, terutama di kalangan warganet Indonesia dan Malaysia.
Baca Juga: Tragis! Ibu Muda di Bukittinggi Tega Buang dan Mutilasi Bayi Sendiri di Ngarai Sianok
Menanggapi hal tersebut, Departemen Penyiaran Malaysia selaku lembaga yang menaungi RTM langsung merilis pernyataan resmi. Mereka mengakui adanya kesalahan penyebutan dan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, serta seluruh pihak yang merasa dirugikan oleh kelalaian tersebut.
“Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC),” tulis pernyataan resmi itu, Senin (27/10/2025).
Baca Juga: Tragedi di Tol Batang: Bus PO Haryanto Terguling, Tiga Nyawa Melayang!
RTM menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun dan menganggap kejadian ini sebagai pelajaran penting dalam menjaga profesionalisme lembaga penyiaran publik.
Mereka juga memastikan telah melakukan penyelidikan internal untuk menelusuri penyebab kesalahan tersebut dan memperkuat sistem pengawasan editorial agar tidak terulang di masa mendatang.
“RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia serta seluruh pemirsa yang terdampak oleh kekeliruan ini,” tegas pernyataan itu.
Baca Juga: Pria Pengendara Lexus Hitam di Pondok Indah Meninggal Dunia Setelah Tertimpa Pohon Tumbang
Sementara itu, sejumlah pengamat media di Malaysia menilai insiden ini mencerminkan perlunya peningkatan kualitas jurnalisme siaran publik.
Dalam situasi internasional seperti KTT ASEAN, setiap detail penyampaian informasi harus melewati proses verifikasi ketat, terutama ketika melibatkan kepala negara dari negara sahabat.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Gandeng Wasserman Music untuk Karier Solo Mendunia: Era Baru Sang Rockstar!
Artikel Terkait
Trump Puji Prabowo dan Indonesia, Sebut Jadi Kunci Perdamaian Baru di Timur Tengah
Sandra Dewi Sempat Bantah Hartanya Dikaitkan Kasus Korupsi Harvey Moeis, Kejagung Ungkap Pernyataan Sandra Dewi Ada Yang Janggal
Timor Leste Akhirnya Resmi Jadi Anggota Penuh ASEAN
6000 Penerima PKH di Karawang Dicoret, Terlibat Judi Online hingga Pinjol
‘Romantics Anonymous’ Sukses Besar di Netflix, Shun Oguri dan Han Hyo Joo Bikin Penonton Baper Massal
Tim Voli Putra dan Putri Remaja Indonesia Kompak Tembus Semifinal Asian Youth Games 2025
Pria Pengendara Lexus Hitam di Pondok Indah Meninggal Dunia Setelah Tertimpa Pohon Tumbang
Lisa BLACKPINK Gandeng Wasserman Music untuk Karier Solo Mendunia: Era Baru Sang Rockstar!
Tragedi di Tol Batang: Bus PO Haryanto Terguling, Tiga Nyawa Melayang!
Tragis! Ibu Muda di Bukittinggi Tega Buang dan Mutilasi Bayi Sendiri di Ngarai Sianok