“Air tanah juga bagian dari sumber daya alam yang harus dijaga keberlanjutannya,” imbuhnya.
Temuan tersebut memicu desakan agar produsen air mineral Aqua memberikan klarifikasi terbuka terkait sumber air bakunya. Publik menilai, kejujuran dan transparansi sangat penting demi menjaga kepercayaan konsumen, terutama bagi brand besar yang sudah puluhan tahun hadir di Indonesia.
Baca Juga: Lionel Messi Perpanjang Kontrak di Inter Miami hingga 2028, Siap Tutup Karier di Negeri Paman Sam
Isu ini juga membuka kembali perdebatan lama tentang standar dan etika industri air minum dalam kemasan. Banyak pihak menyoroti pentingnya keadilan lingkungan dalam pengelolaan sumber daya air, terutama di tengah krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia.
Menariknya, polemik ini mengingatkan publik pada kasus lain yang sempat mengguncang industri air mineral nasional dua tahun lalu — yaitu soal kemasan galon yang mengandung Bisfenol A (BPA), zat kimia yang dianggap berbahaya bila terpapar terus-menerus.
Baca Juga: Ratusan Tokoh Dunia Serukan Hentikan Pengembangan Super AI, Khawatir Ubah Masa Depan Umat Manusia
Pada 2023, dokter sekaligus influencer dr. Richard Lee pernah membongkar fakta mengejutkan soal kemasan air galon yang masih menggunakan bahan polikarbonat.
“Setelah aku pelajari, memang benar di Eropa itu sudah dilarang penggunaan galon berbahan polikarbonat karena ada cemaran BPA-nya,” ungkapnya dalam video di akun TikTok @drrichardlee, pada 4 Oktober 2023.
Baca Juga: Raisa Gugat Cerai Hamish Daud, Rumor Kontroversi dan Isu Gelap Suami Mulai Terungkap
Menurut Richard, BPA merupakan senyawa yang bisa berdampak negatif pada kesehatan, terutama bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Ia menilai, seharusnya produsen besar di Indonesia mulai beralih ke bahan kemasan yang lebih aman dan ramah lingkungan.
“Yang bikin kaget, merek terbesar di Indonesia masih pakai bahan yang sama dan belum ada perubahan signifikan,” katanya.
Baca Juga: Heboh! Kasus Pelecehan Kepala SPPG di Bekasi, Korban Curhat Hari Senin Dilarang Berkerudung
Meski pihak perusahaan sempat membantah tudingan tersebut dengan alasan produk mereka sudah sesuai standar keamanan, isu itu tetap meninggalkan keraguan di kalangan konsumen. Kini, dengan munculnya kembali temuan sumber air dari sumur bor, reputasi Aqua kembali berada di bawah sorotan tajam publik.
Tak sedikit pihak yang mendesak agar pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), turun tangan untuk memastikan kejelasan sumber air serta keamanan produk yang beredar di pasaran. Transparansi dianggap menjadi kunci agar industri air mineral tetap dipercaya masyarakat di tengah gempuran isu lingkungan dan kesehatan yang terus bermunculan. ***
Artikel Terkait
BRI Dukung Akad Massal KUR 800,000 Debitur dan Peluncuran Kredit Program Perumahan untuk Pemerataan Kesejahteraan Rakyat
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Mendung Sejak Pagi, Hujan Sore Waspadai Petir
Pabrik Limbah B3 di Karawang Ludes Terbakar, Api Sulit Dijinakkan Sejak Malam
Heboh! Kasus Pelecehan Kepala SPPG di Bekasi, Korban Curhat Hari Senin Dilarang Berkerudung
Raisa Gugat Cerai Hamish Daud, Rumor Kontroversi dan Isu Gelap Suami Mulai Terungkap
Ratusan Tokoh Dunia Serukan Hentikan Pengembangan Super AI, Khawatir Ubah Masa Depan Umat Manusia
Lionel Messi Perpanjang Kontrak di Inter Miami hingga 2028, Siap Tutup Karier di Negeri Paman Sam
Klaim Proyek Berjalan Baik, China Soroti Dampak Positif Ekonomi Indonesia di Tengah Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Bon Jovi Siap Guncang Dunia Lagi Lewat ‘Forever Tour 2026’ Usai Operasi Pita Suara Jon
Purbaya Tegaskan Tak Akan Duduk Bareng BI dan Kemendagri Bahas Dana Pemda, Soroti Uang Mengendap di Giro