Viral Sidak Dedi Mulyadi di Pabrik Aqua: Terungkap Air Baku dari Sumur Bor, Isu Galon BPA Kembali Jadi Sorotan

Photo Author
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:59 WIB
Menyoroti kasus temuan sumber air baku di pabrik Aqua menggunakan sumur bor hingga skandal pencemaran BPA. (TikTok.com/@drrichardlee)
Menyoroti kasus temuan sumber air baku di pabrik Aqua menggunakan sumur bor hingga skandal pencemaran BPA. (TikTok.com/@drrichardlee)

INSIBERNEWS - Video sidak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di salah satu pabrik air mineral bermerek Aqua di Subang mendadak jadi bahan perbincangan publik. Pasalnya, dari kunjungan itu terungkap bahwa sumber air baku yang digunakan bukan berasal dari mata air pegunungan seperti yang selama ini dipercaya masyarakat, melainkan dari sumur bor.

Dalam rekaman yang diunggah di kanal YouTube KDM Channel pada Rabu, 22 Oktober 2025, terlihat Dedi berbincang dengan seorang pekerja di area pabrik. Saat menanyakan asal sumber air yang digunakan, sang pekerja dengan tenang menjawab bahwa air tersebut berasal dari bawah tanah.

Baca Juga: Purbaya Tegaskan Tak Akan Duduk Bareng BI dan Kemendagri Bahas Dana Pemda, Soroti Uang Mengendap di Giro

“Ngambil airnya dari sungai?” tanya Dedi penasaran.

“Airnya dari bawah tanah, Pak,” jawab sang pekerja.

Mendengar jawaban itu, ekspresi Dedi seketika berubah heran. Ia pun memastikan kembali bahwa air tersebut benar-benar berasal dari sumur bor, bukan dari mata air alami.

“Saya kira dari air permukaan, dari sungai atau mata air. Berarti ini kategorinya sumur pompa dalam,” ucap Dedi menegaskan.

Baca Juga: Bon Jovi Siap Guncang Dunia Lagi Lewat ‘Forever Tour 2026’ Usai Operasi Pita Suara Jon

Cuplikan percakapan itu langsung ramai dibicarakan di media sosial. Banyak warganet mengaku terkejut, karena selama ini mereka mengira air kemasan merek tersebut berasal dari mata air murni pegunungan, bukan hasil pengeboran bawah tanah.

Beberapa pengguna media sosial bahkan menuding perusahaan menyesatkan konsumen lewat klaim “air pegunungan alami.”

Menanggapi hal itu, Dedi menilai pentingnya transparansi industri air minum terhadap publik. Ia menyebut, masyarakat berhak mengetahui dari mana air yang mereka konsumsi berasal, terutama jika dikaitkan dengan klaim dan labelisasi produk di pasaran.

Baca Juga: Klaim Proyek Berjalan Baik, China Soroti Dampak Positif Ekonomi Indonesia di Tengah Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

“Kalau ternyata diambil dari sumur pompa dalam, tentu harus dijelaskan ke publik. Biar masyarakat tidak salah paham,” ujar Dedi.

Ia juga menekankan bahwa eksploitasi air tanah memiliki risiko ekologis yang besar jika tak diawasi ketat.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X