Di sisi lain, sebagian kalangan menilai langkah pelarangan ini terlalu ekstrem. Mereka berpendapat bahwa daripada melarang total, dunia seharusnya fokus pada pembentukan lembaga pengawasan internasional yang dapat memastikan AI berkembang secara bertanggung jawab.
Namun, FLI menegaskan bahwa risiko Super AI tidak dapat disamakan dengan teknologi biasa — karena potensi dampaknya bersifat eksistensial bagi peradaban manusia.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Mendung Sejak Pagi, Hujan Sore Waspadai Petir
Seruan ini kini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan perusahaan teknologi besar di seluruh dunia. Dunia mungkin sedang berdiri di ambang revolusi baru yang penuh potensi, namun juga penuh bahaya.
Dan seperti yang tertulis dalam pernyataan FLI, “Pertanyaannya bukan lagi apakah kita mampu menciptakan Super AI, tetapi apakah kita siap menanggung konsekuensinya.” ***
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Kado! Ini Alasan Sesungguhnya Ditjen Pesantren Harus Dibentuk
Raisa Andriana Gugat Cerai Hamish Daud, Permohonan Gugatan Terdaftar, Rabu 22 Oktober
Sambut Presiden Lula da Silva di Istana Merdeka, Prabowo Ungkap Kekaguman Pimpin Brasil 3 Periode
Presiden Prabowo dan Lula Saksikan Penandatanganan 8 Kerja Sama Strategis Indonesia–Brasil
Imbas Penolakan Atlet Israel, Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Olimpiade? Menpora: Kami Sesuai UUD 1945
BRI Dukung Akad Massal KUR 800,000 Debitur dan Peluncuran Kredit Program Perumahan untuk Pemerataan Kesejahteraan Rakyat
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Mendung Sejak Pagi, Hujan Sore Waspadai Petir
Pabrik Limbah B3 di Karawang Ludes Terbakar, Api Sulit Dijinakkan Sejak Malam
Heboh! Kasus Pelecehan Kepala SPPG di Bekasi, Korban Curhat Hari Senin Dilarang Berkerudung
Raisa Gugat Cerai Hamish Daud, Rumor Kontroversi dan Isu Gelap Suami Mulai Terungkap