“Kasus ini masih berproses di Direktorat Reserse Siber. Kami pastikan penyidik bekerja hati-hati dan mengedepankan perlindungan anak,” tambah Artanto.
Selain aspek hukum, Artanto menyoroti perlu adanya pendekatan psikologis menjadi kunci agar kasus serupa tidak terulang.
"Penyidik harus hati-hati supaya ini tidak mengganggu psikologis korban maupun pelaku,” imbuhnya.
Baca Juga: JANGAN KAGET! Harga Pupuk Subsidi Dipangkas Habis 20 Persen, Petani Se-Indonesia Wajib Tahu!
Kasus ini mencuat setelah video permintaan maaf Chiko diunggah melalui akun Instagram resmi sekolah, @sman11semarang, pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Dalam video itu, Chiko mengakui bahwa foto dan video yang beredar adalah hasil editan berbasis AI, bukan kejadian nyata.
“Pembuatan video dengan judul ‘Skandal Smanse’, baik foto maupun video, itu tidak benar-benar ada. Namun, hanya editan belaka dengan aplikasi AI,” ujar Chiko.
Baca Juga: Waduh! Kang Dedi Sidak Perusahaan 'Aqua', Sumbernya Ternyata dari Pengeboran Air Tanah Artesis
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada kepala sekolah, guru, serta seluruh siswa SMAN 11 Semarang atas perbuatannya.
“Saya ingin meminta permohonan maaf atas perbuatan saya, di mana saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin,” tukas Chiko.***
Artikel Terkait
Pemerintah Tahan Kenaikan Iuran BPJS, Fokus Jaga Daya Beli di Tengah Pemulihan Ekonomi
Ibunda Ayu Ting Ting Dijuluki 'Toko Emas Berjalan': Kerja Apa Umi Kalsum Selain Kelola Gaji Anak Ratusan Juta?
Mendikdasmen Bakal Naikkan Insentif Guru Honorer Jadi Rp400 Ribu, Begini Skemanya!
Usai Viral Melda Safitri Diceraikan Suami Yang Baru Lolos P3K, Kini Ia Didatangi Crazy Rich Shella Saukia
Parah! Mahasiswa UNDIP jadi Pelaku Konten 'Deepfake' Asusila SMAN 11 Semarang
Siswi SMP Korban Bully di Bandar Lampung Dikeluarkan Dari Sekolah, Sering Diejek Teman Karena Ibunya Tukang Rongsokan